Kamis, 22 Mei 2008

kayak lagi ngomong sendiri...

Assalamualaikum..

gak tahu kenapa.. tapi tiba-tiba wisda berpikir tentang banyak warna yang mungkin g bisa dilihat oleh banyak mata... ada banyak senyum yang mungkin hanya bisa diartikan oleh sebuah pemikiran sederhana... ada banyak cerita yang lebih mudah dicerna dengan senyum seadanya...

banyak hal yang mulai berubah dari cara berfikir wisda... gak tahu juga itu benar-atau tidak... wisda cuma tahu, kalau Allah pasti memberikan semua hal yang terbaik buat wisda. itu aj.

lagi pula wisda tahu, kalau kita cuma diminta untuk berusaha dan juga untuk bertahan...
sisanya, bukan urusan kita...sayangnya kita sering terlalu berharap akan sesuatu yang belum pasti yang terbaik untuk kita...

banyak cita-cita yang mesti kandas bukan karena keadaan, tapi karena keterbatasan... sedih memang, tapi bukan berarti boleh melemahkan diri..wisda biasa menenangkan diri dengan kata-kata :
"mungkin bukan rezekinya...pasti rezekinya ada ditempat lain...wisda hanya perlu mencari disana"

kadang berhasil..

satu mimpi boleh layu...
tapi bukan berarti boleh mematikan mimpi-mimpi lain yang masih memiliki celah untuk terwujud...

semangat boleh meredup...
tapi bukan berarti semangat boleh padam...


kadang Allah sengaja membiarkan langkah kita terjegal dengan batu kecil, agar kita tidak lagi bisa meremehkan hal-hal kecil yang letaknya di bawah kaki kita...

kadang Allah sengaja menabrakkan kepala kita dengan tiang yang jelas ada didepan mata, agar kita lebih waspada...

kadang Allah sengaja membiarkan kita terjatuh dua kali disaat yang sama, agar kita benar-benar tahu bagaimana cara bangkit dari sebuah kegagalan..

kadang kita diharuskan untuk tahu bahwa disakiti oleh orang lain itu tidak enak, agar kita tidak mau menyakiti orang lain...

dan kesemuanya itu seharusnya membuat kita menjadi pribadi-pribadi yang selalu bersyukur...

seharusnya begitu...

tapi memang tidak semua warna bisa dilihat oleh setiap mata...pula tidak semua suara dapat diartikan sama oleh tiap gendang telinga...

yah, disanalah seninya hidup...seninya menangis...seninya berkata 'aku pasti bisa'


bangkit dari keterpurukkan memang sulit...
tapi bukan berarti 'tidak bisa dilakukan'

mengalahkan ketidakmampuan memang tidak semudah yang kita inginkan...
tapi, insya4Wl tidak juga sesulit yang kita pikirkan...

ada kekuatan semangat dan do'a yang pasti bisa melumpuhkan segala getir diri...



hahahahahahaha...
bener-bener ngelantur...
jangan ditanggepin yang aneh-aneh yah..

mellownya lagi bertamu niy...jadi begini d...hahahaha

semangat y  buat semuanya...hehehe

wassalamualaikum

























































i luph my country

assalamualaikum...

huay..lama rasanya tak bersua,, hahahahaha...

selasa kemarin tepatnya tanggal 20 Mei 2008, wisda yang lagi asyik-asyiknya memegang handout mata kuliah Gizi dan Penyakit Menular sempet menghentikan sejenak pandangan dari bertumpuk-tumpuk bahan tentang TBC, Hepatitis, Polio dan HIV-AIDS...

tahu gak kenapa? karena entah ada berapa stasiun televisi yang dengan serempak dan begitu kompaknya menayangkan pagelaran 100 tahun kebangkitan nasional telah berhasil menarik habis perhatian wisda...

 

Asli, keren banged acaranya...

 

wisda jujur aja, suka banged sama acara itu.

acara yang menampilkan berbagai macam kebudayaan bangsa kita itu tanpa sadar menghidupkan kembali rasa yang selama ini sepertinya sempat 'terlupa'...

iya, saat wisda menonton acara itu, wisda bisa ngerasain kalau wisda sayang banged sama Indonesia. wisda bangga jadi anak Indonesia. sayang, entah karena berapa hal, rasa sayang wisda terhadap bangsa ini sempat tersembunyi. tapi sekarang wisda gak peduli mau kayak gimana orang-orang yang mengaku dirinya "pemilik dan penguasa Indonesia" itu melakukan kesalahan, well, mereka memang manusia biasa juga, kayak wisda. yang pasti wisda sayaaaang banged sama bangsa ini...

diantara keluhan-keluhan yang terus menggerutu akan kebobrokkan bangsa ini, ternyata ada hal yang sangat berharga dan sangat penting untuk dijaga...yaitu:

"kebudayaan kita".

kita sebenernya adalah orang-orang yang sangat kaya, sekaligus orang-orang yang sangat miskin untuk sadar akan kekayaannya.

contoh kecilnya  niy..gak sedikit orang yang merasa gak perlu bermain angklung karena berpikir angklung itu 'alat zaman dulu' yang sudah pantes dimuseumkan. tapi, pas ada negara lain yang berusaha menjadikan angklung itu sebagai salah satu instrumen tradisionalnya, kita semua baru mencak-mencak...

kemarin-kemarin kita kemana yah? hahahahha...

bener juga yah pepatah yang mengatakan:

"kita tak tahu apa yang kita miliki sampai nanti kita kehilangan"

semoga saja kita lebih segera disadarkan bahwa kita ini kaya...hehhehe...

satu lagi,

 

kemarin, lupa di stasiun televisi mana, ada seorang cewe muda, perkiraan wisda c dia berusia sekitar 20 tahunan yang menyebutkan bahwa dia bingung gimana caranya untuk bisa bangga sama bangsa ini karena bangsa ini "semakin melarat" aja... wajar c kalimat itu keluar, bukan rahasia umum lagi kan tentang apa yang sebenernya tengah terjadi di bangsa ini.

tapi, selanjutnya, ada seorang pedagang gerobak dorong yang menyebutkan bahwa, dia tetep bangga sama bangsa Indonesia ini meskipun keadaan yang ada makin menghimpit kehidupan keluarganya.

wah...wisda salut sama abang gerobak dorong itu. keren. yang kayak gini kali yah yang dicari. hahahhahahaha...

bangsa kita ini mungkin sedang dalam keadaan 'yang tidak baik-baik saja'

tapi, menurut wisda hal itu gak bisa dan jangan sampai dijadikan sebagai sebuah alasan untuk mencintai bangsa ini, kenapa? karena, ketika tidak ada rasa cinta terhadap bangsa ini, kita tak akan berjuang untuk memperbaiki segala yang tengah 'kurang' sekarang dengan sesuatu yang 'lebih baik'...yah, itu c pendapat wisda aja. hehehhe... .

 

kita boleh tidak suka dengan keberadaan ilegal logging atau kasus korupsi yang sampai saat ini belum juga terselesaikan. atau kasus lain seperti harga BBM yang terus menerus terbang tinggi, bahkan sepertinya belum berniat mengurangi ketinggian terbangnya untuk sementara ini, tapi (lagi-lagi menurut wisda yah..) hal itu bukan sebuah alasan yang tepat untuk membuat kita tidak mencintai bangsa ini. karena untuk kasus-kasus diatas,sistemnyalah yang seharusnya kurang kita sukai, bukan bangsa ini...

naif rasanya kalau kita malah meninggalkan bangsa ini saat banyak hal bisa diperbaiki oleh kita. pasti bangga rasanya kalau bisa menjadi salah satu orang yang bisa mewarnai arti 'i luph my country' dengan sesuatu yang manis dan bermanfaat bagi bangsa yang amat-sangat-benar-benar kaya sekali ini...

semoga kita merupakan orang-orang yang bisa menyerukan pernyataan 'i luph my country' sebagai sebuah janji kecil bahwa kita akan berusaha menjadi salah satu orang yang tidak menutup telinganya terhadap berbagai macam keluhan sekaligus tidak menutup sumber semangatnya untuk menjadi orang yang memiliki peranan untuk menghapus keluhan itu. AMin,,, .