um, acara team building ini diadain di Kebun Raya bogor...meskipun hari itu hujan..kita tetap semangat lhow...
semoga semangatnya tetap terjaga n kekompakkannya makin membahana ya? Amin
wisda kira, wisda bakalan bisa tidur nyenyak bis UAS Kemarin,, tapi ternyata..hug”,,(T_T)
ada acara terus di fakultas…mulai dari LDO, outbond, krida 1 mpe krida 3, n akhirnya raker yang waw banged...
g ngerti juga c kata ‘waw’ itu mengungkapkan apa…
minggu besok, wisda masih harus pergi ke kebun raya bogor buat tim building DANUS senat... sebenarnya asik juga c,,, coz, kita kan jalan” gituw,,, pasti seru kali ya?
Mana pas nungguin nilai semesteran wisda mpe mimpi”,,
Weleh,,weleh,,,
Tapi wisda bersyukur banged lho?!
Coz, adanya kegiatan pas liburan kali ini wisda bisa memperbaiki dan terus memperluas plus memperat tali silaturahmi wisda n temen” dari berbagai kalangan gitu masa,,,
Eh, kapan ya kita bisa ketemu n kumpul”?
beberapa waktu yang lalu, wisda dapet tugas dari dosen untuk wawancara sama pemimpin suatu instansi...
gara" bingung, akhirnya wisda dkk memilih untuk wawancara sama pak Bakmi Tebet alias pak Wahyu saidi. awalnya wisda kira rada susah untuk ngajak dia ketemu...yah, maklumlah dia pasti orang sibuk..
but, ternyata enggak masa,, dia dengan murah hati mengundang qta ke rumahnya hari minggu jam tujuh malam. alamat rumahnya juga ndak terlalu susah untuk dicari.
akhirnya datanglah kita kerumah Pak Wahyu Saidi, pemilik bakmi Tebet dan Bakmi Langgara itu. Pak Wahyu itu orangnya supel lho?! kita g terlalu banyak nanya, tapi dapat banyak info gituw,,wah asyik banged d...
apalagi, biz itu kita ditraktir makan bakmi langgara sama dia..um,,, yummy banged d...
duwh, jadi laper neyh...padahal sekarang udah jam setengah 3 pagi..he",,
tapi, mau manjain perut dulu ah...um, makan apaan ya?
Hi plenz,, ada info baru tentang penyakit lupus neyh,, itu lho?! penyakit yang selalu dilambangkan dengan gambar kupu",,
…nama aslinya tuw (Systemic Lupus erythematosus) penyaqt ini dikatakan sbg great imitator atw peniru ulung, atw jg pnyaqt 1000 wajah cz menyerupai penyaqt lain.
Pd lupus, produksi antibody yg shrusnya normal jd berlebihan n antibody ini menyerang sel dan jaringan tubuh penderita sendiri.
faktor penyebabnya belum diketahui dengan pasti masa,, coz, ini tuh bukan penyakit yang disebabkan oleh virus, kuman, bakteri.
oh iya, ini bukan penyakit menular atau menurun kok.
GEJALA AWAL PENYAKIT LUPUS:
sakit pada sendi/tulang, demam berkepanjangan (bukan karena infeksi),
anemia, gangguan ginjal, butterfly flash (bercak merah pada wajah yang berbentuk kupu"), sensitif terhadap sinar matahari, rambut rontok, ujung jari kebiruan, stroke, penurunan berat badan, sakit kepala, kejang, keguguran, dll...
BAHAYANYA PENYAKIT INI :
kalau g diketahui sejak dini, lupus sama bahayanya dengan jantung, maupun AIDS dan bisa mengancam jiwa maupun kematian.
awalnya penyakit ini dianggap masih langka n pasiennya dikit,, tapi nyatanya, jumlah pasien penyakit ini makin bertmbah gituw...
plenz,,Waspada ya,,,
kenali diri kita,,tubuh kita,,
jangan lupa...Peduli pada tubuh kita sendiri...
Otre?
waktu tanggal 6 n 7 januari kemarin, diadain LDO di fakultas... itu tuwh kayak team buildingnya senat. nah, bidangnya wisda itu dapet warna oranye, jadi semuanya serba pake warna oranye deh...oia, selain itu kita dapet tugas buat bulletin... um, kemaren wisda sempet buat cerpen untuk buletin itu...silakan dibaca ya...
Membayar Lelahku
“Huff..masih kurang juga rupanya..” Aku menghela nafas sesaat sebelum memasukkan kembali uang-uang yang berserakkan dihadapanku ke dalam dompet.
Semuanya bermula dari kejahilan Delfy dua hari yang lalu. Ia mengikat kedua tali sepatuku menjadi satu saat aku tengah menikmati bakso Pak Dandi. Dapat dibayangkan kejadian selanjutnya. Aku terjatuh ketika hendak berjalan dan parahnya lagi, aku tak sengaja mendorong gerobak bakso Pak Dandi sekaligus menumpahkan seluruh isinya. Eitz, ternyata itu belum seberapa, dua dari empat kaki gerobak itu patah. Sudah pasti Pak Dandi meminta ganti rugi padaku, karena untuk beberapa waktu ia tak dapat jualan bakso lagi dengan gerobak patahnya. Tak tanggung-tanggung, ia meminta ganti rugi sebesar Rp. 350.000,00dalam waktu 4 hari untuk membayar ganti rugi itu.
Jujur saja, uang saku bulananku hanya cukup untuk biaya makan seminggu. Padahal, bulan ini masih tersisa sekitar 10 hari lagi. Ya..mau tak mau aku harus berupaya semampuku untuk mencari uang agar dapat memenuhi tanggung jawabku. Pada awalnya, Delfy-sahabatku-berjanji akan membantu. Tapi kini, ia entah dimana. Padahal besok aku sudah harus menghadap pak Dandi di tempat ia biasa mangkal, tapi uang yang ada ditanganku hanya ada Rp. 211.500,00. Entahlah, apa yang akan terjadi besok. Sudah segala cara kuusahakan, dari meminta uang saku bulan depan lebih dulu, mengirit porsi makanku, sampai menjual jasa membungkus kado atau membuat kartu-kartu ucapan. Tapi, dengan waktu yang begitu singkat, apa yang bisa kulakukan? Aku kembali membuat kartu ucapan. Aku tahu, aku tak boleh putus asa. Aku hanya tinggal berdoa dan berpikir lebih keras lagi untuk mendapatkan sisa uang yang kubutuhkan.
Malam rasanya terlalu singkat, sekarang sudah pukul 4.30 pagi. Tanganku masih asik menggunting, menempel dan terus menyelesaikan kartu ucapan yang tersisa. Pukul 7.00 pagi ini aku harus mengantarkan kartu-kartu ini ke kost-an pemesannya. Aku tahu, walaupun pemesan kartu-kartu itu telah membayar lunas semua, uang yang kudapat tidak akan mencapai Rp. 350.000,00. Sudahlah, aku tahu pasti dalam waktu yang masih tersisa ini, aku pasti bisa mendapatkan uang itu. Setelah menyelesaikan kartu terakhir, aku bergegas mempersiapkan diriku untuk keluar dan menjalani hariku, hari ini.
Waktu berjalan sangat cepat, bahkan terlalu cepat. Kini kakiku tengah melangkah kearah tempat mangkal pak Dandi. Jantungku berdegup keras, jauh lebih keras dari gebukan dram pemusik rock sekalipun. Dari kejauhan, aku dapat melihat pak Dandi berdiri. Didekatnya ada seorang gadis berambut ikal kemerahan berdiri. ”Ya, Allah! Itu Delfy, dia ada disana.” aku berujar sendiri.
Sesampainya aku didekat mereka, Delfy menghampiriku. Matanya merah, sepertinya ia habis menangis. Aku tak dapat menolak pelukannya.
”Maaf Lis, usahaku berjualan jus buah hanya menghasilkan Rp. 105.500,00.” secepat mungkin aku melerai pelukan gadis berkacamata itu dan berkata :.
”Alhamdulillah, Del, uang kita cukup untuk membayar pak Dandi. Uangku hanya kurang Rp. 85.000,00 lagi. Uang kita... uang kita malah lebih. Aha...ha....ha...” aku tertawa puas. Delfy tetap menangis, namun kali ini disertai senyum manisnya. Aku begitu puas hari ini. Seluruh waktu tidurku yang terlewat sepertinya sudah terbayar. Aku tahu, do’a, usaha, keyakinan kuatlah yang membayar semuanya.. Yupz, merekalah yang membayarnya.
eh, ditunggu lho komentarnya...
waktu tanggal 6 n 7 januari kemarin, diadain LDO di fakultas... itu tuwh kayak team buildingnya senat. nah, bidangnya wisda itu dapet warna oranye, jadi semuanya serba pake warna oranye deh...oia, selain itu kita dapet tugas buat bulletin... um, kemaren wisda sempet buat cerpen untuk buletin itu...silakan dibaca ya...
Membayar Lelahku
“Huff..masih kurang juga rupanya..” Aku menghela nafas sesaat sebelum memasukkan kembali uang-uang yang berserakkan dihadapanku ke dalam dompet.
Semuanya bermula dari kejahilan Delfy dua hari yang lalu. Ia mengikat kedua tali sepatuku menjadi satu saat aku tengah menikmati bakso Pak Dandi. Dapat dibayangkan kejadian selanjutnya. Aku terjatuh ketika hendak berjalan dan parahnya lagi, aku tak sengaja mendorong gerobak bakso Pak Dandi sekaligus menumpahkan seluruh isinya. Eitz, ternyata itu belum seberapa, dua dari empat kaki gerobak itu patah. Sudah pasti Pak Dandi meminta ganti rugi padaku, karena untuk beberapa waktu ia tak dapat jualan bakso lagi dengan gerobak patahnya. Tak tanggung-tanggung, ia meminta ganti rugi sebesar Rp. 350.000,00dalam waktu 4 hari untuk membayar ganti rugi itu.
Jujur saja, uang saku bulananku hanya cukup untuk biaya makan seminggu. Padahal, bulan ini masih tersisa sekitar 10 hari lagi. Ya..mau tak mau aku harus berupaya semampuku untuk mencari uang agar dapat memenuhi tanggung jawabku. Pada awalnya, Delfy-sahabatku-berjanji akan membantu. Tapi kini, ia entah dimana. Padahal besok aku sudah harus menghadap pak Dandi di tempat ia biasa mangkal, tapi uang yang ada ditanganku hanya ada Rp. 211.500,00. Entahlah, apa yang akan terjadi besok. Sudah segala cara kuusahakan, dari meminta uang saku bulan depan lebih dulu, mengirit porsi makanku, sampai menjual jasa membungkus kado atau membuat kartu-kartu ucapan. Tapi, dengan waktu yang begitu singkat, apa yang bisa kulakukan? Aku kembali membuat kartu ucapan. Aku tahu, aku tak boleh putus asa. Aku hanya tinggal berdoa dan berpikir lebih keras lagi untuk mendapatkan sisa uang yang kubutuhkan.
Malam rasanya terlalu singkat, sekarang sudah pukul 4.30 pagi. Tanganku masih asik menggunting, menempel dan terus menyelesaikan kartu ucapan yang tersisa. Pukul 7.00 pagi ini aku harus mengantarkan kartu-kartu ini ke kost-an pemesannya. Aku tahu, walaupun pemesan kartu-kartu itu telah membayar lunas semua, uang yang kudapat tidak akan mencapai Rp. 350.000,00. Sudahlah, aku tahu pasti dalam waktu yang masih tersisa ini, aku pasti bisa mendapatkan uang itu. Setelah menyelesaikan kartu terakhir, aku bergegas mempersiapkan diriku untuk keluar dan menjalani hariku, hari ini.
Waktu berjalan sangat cepat, bahkan terlalu cepat. Kini kakiku tengah melangkah kearah tempat mangkal pak Dandi. Jantungku berdegup keras, jauh lebih keras dari gebukan dram pemusik rock sekalipun. Dari kejauhan, aku dapat melihat pak Dandi berdiri. Didekatnya ada seorang gadis berambut ikal kemerahan berdiri. ”Ya, Allah! Itu Delfy, dia ada disana.” aku berujar sendiri.
Sesampainya aku didekat mereka, Delfy menghampiriku. Matanya merah, sepertinya ia habis menangis. Aku tak dapat menolak pelukannya.
”Maaf Lis, usahaku berjualan jus buah hanya menghasilkan Rp. 105.500,00.” secepat mungkin aku melerai pelukan gadis berkacamata itu dan berkata :.
”Alhamdulillah, Del, uang kita cukup untuk membayar pak Dandi. Uangku hanya kurang Rp. 85.000,00 lagi. Uang kita... uang kita malah lebih. Aha...ha....ha...” aku tertawa puas. Delfy tetap menangis, namun kali ini disertai senyum manisnya. Aku begitu puas hari ini. Seluruh waktu tidurku yang terlewat sepertinya sudah terbayar. Aku tahu, do’a, usaha, keyakinan kuatlah yang membayar semuanya.. Yupz, merekalah yang membayarnya.
eh, ditunggu lho komentarnya...
NEbeLin DomPet Qta2,,
Huay guys,, bosen sama dompet yang tipisnya g ketulungan?? Mau dompet jadi lebih tebel?? Ini dia,, :
1. buka usaha laundry, seru juga tuwh,,
2. Jual makanan yang unik yuukz,,
3. Jual pulsa juga bisa,,
4. Ngetikin tugas temen,,(no comment)
5. Translate-in bahasa asing (wuiiih,,)
6. Nyeterikain baju temen (hah?!)
7. Nyablon baju?? Why not?
8. Bantuin bokap n nyokap supaya dapet uang tambahan gituw,,
9. Masukin struk, kuitansi, bon2, atau apa aja yang bisa ngebuat dompet kita tambah tebel (he,,he,,)
.: SELAMAT MENCOBA :.
ada komentar?? kira" ngeliat tulisan itu wisda pantes jadi jurnalis gak ya??
wah, kayaknya wisda udah tahu jawabannya d..he",,
Malam..malam…malam…(nulisnya pas malam hari ney)
Ndak jelas alesannya…tp wisda ngerasa rada sendu gitu akhir”ney…
Pas ngeliat itemnya langit malam ini...masih kayak malam lalu..
G da yang mengedipkan cahayanya...maklum musim hujan...
Bulan juga kayak ngumpet dari wisda...mereka semua kemana y??
Kadang-kadang wisda pengen teriak sekenceng”nya..
Sayangnya, wisda Cuma bisa teriak keras dlm hati doank..
Coz hari udah malem...nanti tetangga kanan kiri pada ngamuk lagi...bahaya tuwh...
Mau nangis...jangan ah...
Mau ketawa...yah, g mood...
Yang ada wisda Cuma bisa senyum” g jelas...
Untung juga c malam ini g da bintang n bulan...
Klo g, mereka bisa ngetawain wisda yang senyum” g jelas gini...
Di kampus, anak” pada nanyain wisda kenapa n wisda Cuma jawab
”wisda gpp kok, he..he...he..” sambil maksa ketawa..
Yang pasti...mereka g percaya ma jawaban itu
Duwh plenz,, masalahnya, wisda beneran g tw kenapa...
Kalian pernah g c kayak wisda?
Ngerasa sendu” g jelas n g tw jg alasannya...pernah tak?
wah, sekarang wisda jadi mabuk warna ungu neyh,,
gimana engga coba...?
di kampus, tepatnya di aula A, warna kursi+dindingnya..ungu,,
ditaman bougenville, tempat nongkrong wisda, warna bunganya..ungu,,
diperpustakaan fakultas, dinding n wallpaper komputernya..ungu,,
warna bunga”di FKM..kalau g kuning, ya...ungu,,
temen sekelompok penelitian ttg jus buah n SPG sukanya sama warna..ungu,,
warna kesukaan nyokap wisda itu lila n..ungu,,
mama baru aja beliin wisda baju warna...ya ketebaklah..Ungu,,
seragam staff n karyawan FKM, warnanya..apalagi kalau bukan ungu??
Mana wisda lagi suka banged sama sabun mandi yang warna ungu,,,biznya wanginya enak gituw,,
Hasil Penelitian wisda dkk tentang jus buah mesti dijilid dengan warna AaaAaa,,Ungu,,
Warna Cover buku mabim (masa bimbingan mahasiswa baru)..hug,,hug,,(T_T) Ungu lagi,,
Slayer FKM..g mungkin g ungu lah,,
Kartu keanggotaan IKM FKM UI,,kalo g ungu baru aneh,,
“o0uUghHhh,,
pusing,,pusing,,
minum obat apa ya??”
wah, sekarang wisda jadi mabuk warna ungu neyh,,
gimana engga coba...?
di kampus, tepatnya di aula A, warna kursi+dindingnya..ungu,,
ditaman bougenville, tempat nongkrong wisda, warna bunganya..ungu,,
diperpustakaan fakultas, dinding n wallpaper komputernya..ungu,,
warna bunga”di FKM..kalau g kuning, ya...ungu,,
temen sekelompok penelitian ttg jus buah n SPG sukanya sama warna..ungu,,
warna kesukaan nyokap wisda itu lila n..ungu,,
mama baru aja beliin wisda baju warna...ya ketebaklah..Ungu,,
seragam staff n karyawan FKMBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest