Rabu, 31 Desember 2008

arti tahun 2008 untuk seorang wisda

Assalamualaikum..

melankholist lagi kumat...
hee"..
tulisan ini udah pernah wisda post di FB, tp gag puas rasanya klu gag nge post di MP..
jadi wisda post jg d..
 
hee"..

tahun ini diawali oleh sebuah ujian berat. ujian yang membuat wisda benar-benar gag bisa apa-apa lagi karena semua udah wisda lakukan.

tahun ini dimulai dari banyak kritikan dari seseorang yang (jujur aja) berhasil menenggelamkan kepercayaan diri wisda...

dan tahun ini pula dimulai dari bantuan malaikat-malaikat Allah untuk wisda.. yang menyadarkan wisda akan beberapa hal :
1. Allah gag pernah ninggalin wisda
2. wisda punya Keluarga yang selalu siap sedia membantu wisda...
3. gag semua orang memiliki tingkat toleransi yang sama
4. jangan pernah terpengaruh sama pandangan negatif orang sekitar,,,

tapi ternyata,
Allah mengizinkan ujian itu menghampiri wisda di awal tahun sebagai ajang latihan...
karena tahun ini,
memang agak banyak ujiannya...
mungkin menurut ALLAH wisda mank udah saatnya jadi lebih dewasa...
hee"..


tahun ini
tahun yang luar biasa...

wisda mulai berani mempublikasikan tulisan-tulisan wisda...

mulai lewat nurani art box --> alhamdulillah sempet dapet sertifikat puisi terbaik...
sampe acara psiko UI --> alhamdulillah sempet jadi juara 1 di lomba menulis surat untuk bunda

tahun ini,

wisda memegang amanah yang membuat wisda semakin mengenal arti kata
'bertahan'
'belajar'
'memendam'
'ditinggalkan'
'diprotes'
'dipersalahkan'
'disanjung'
'dipercaya'
'dikenal'
'dihargai'

overall...amanah ini membuat warna-warni tahun 2008 jadi lebih berasa buat wisda...


sekaligus...

membuat wisda kehilangan hal-hal tertentu..
salah satunya :
seorang sahabat...

tapi, yawdalah...hidup itu pilihan..
harus ada yang + dan - biar semuanya tetep seimbang...


wisda bersyukur banged, banyak kepercayaan yang diberikan sama banyak orang ke wisda di tahun ini..
banyak hiruk pikuk yang baru tahun ini masuk ke dalam kepala wisda..
dan wisda bersyukur mengetahuinya...
walaupun untuk beberapa saat wisda mank sempet menghujatnya...


pertengahan tahun ini buat wisda jadi pertengahan tahun yang paling luar biasa...
wisda ikutan ESQ di menara 165 sbagai nak angkatan 41 di kelas mahasiswa..
di sana wisda ketemu sama banyak orang yang 'teduuuuuh banged'...
mereka menanamkan ISLAM tanpa mematikan orang lain...

subhanallah...
dari sana, wisda semakin mengenal ALLAH
semakin rindu pada ALLAH dan RASULNYA...


ditahun ini juga...
wisda belajar tentang bagaimana akhirnya wisda bisa mengetahui isi hati wisda..
gimana akhirnya wisda bisa tahu apa yang wisda inginkan..

dan gimana susahnya bertahan
dan gimana takutnya kehilangan...
dan gimana rasanya tidak berhasil dan berhasil sekaligus di saat yang bersamaan...

di tahun ini, wisda beberapa kali merasa dalam keadaan hanya ada wisda dan ALLAH..
dan ALLAH mank gag pernah ninggalin wisda...

tahun ini, wisda dapet banyak banged kesempatan...
dan wisda gag mau lagi menyia-nyiakannya...

tahun ini, wisda jadi semakin tahu kemampuan wisda..
wisda jadi pribadi yang mampu menyuarakan isi hati...

iya bilang iya
enggak bilang enggak...
gag sebaliknya...

tahun ini, banyak mimpi yang jadi nyata
dan banyak mimpi yang terhempas begitu aja,,,,

tahun ini, wisda pengen jadi orang yang lebih 'siap'...
tapi belun berhasil..
moga" aja tahun depan..
Amin..

akhir tahun ini wisda tutup dengan penolakan terhadap suatu amanah baru...
bukan karena gag mau..
cuma takut gag mampu..

wisda masih banyak kekurangan
masih harus memperbaiki diri dulu..

maaf kalu keputusan ini mengecewakan banyak pihak...

tapi wisda udah punya rencana" buat tahun depan,,
moga" bisa dimaksimalkan...
AMin...

Rabu, 24 Desember 2008

desperate,,,

apa sebaiknya wisda gag bawa mobil aja ya ke kampus..

alhamdulillah, wisda menang lomba..hee"...

Assalamualaikum...

alhamdulillah wisda dipercaya untuk menang lomba menulis surat cinta untuk bunda...

nama acaranya itu SERIBU CINTA, wisda kirimin suratnya tanggal 03 desember...dan pengumuman pemenangnya itu pas tanggal 22 desember 2008, bertepatan sama hari ibu di acara seminar gitu..

yang ngadain itu psiko UI,,,

 

eeeh, pas diumumin gag tahunya wisda juara I dengan total nilai 94 (skala 100)..

alhamdulillah...

 

hee"...

dimarahin papa

Assalamualaikum

sediih,,

sedihh,,

huhuhu...

wsda dimarahin papa...

Selasa, 23 Desember 2008

ketika harus meruntuhkan mimpi yang wisda bangun selama ini..

Assalamualaikum,,,

suasana hati lagi agak sendu nie...
tp overall...

insya ALLAH semua baik-baik aja,,,

banyak amet yang lagi ngumpul di pikiran wisda...
pada ngerumpi kayaknya.,,,
dan semuanya malah ngebuat wisda merasa...

"huhuhuhuhuhuhu...puciiiiing"
hahahahaha,,,
huff,,,

mau cerita aaaah...

semua orang pasti punya cita-cita,,,
punya harapan..
ada yang jangka pendek..
ada yang jangka panjang...

sama..
wisda juga punya mimpi...
dan, kayak semua orang yang punya mimpi,

wisda juga berupaya biar bisa menggapai mimpi itu,,,

mpe jarang tidur,,,
mpe nguap mulu,,,
mpe sakit-sakit...
mpe lemes...
mpe nangis,,,
mpe keringetan,,,

lumayan susah payah d pokoknya,,


tapi, masalahnya..

ketika mimpi itu udah ada di depan mata wisda,

wisda gag bisa meraihnya...
wisda gag boleh meraihnya...
wisda harus gag meraihnya,,,

sualnya,
ada mimpi-mimpi lain yang harus lebih diprioritaskan...
memang yang diprioritaskan itu bukan mimpi wisda...

tapi,
itu mimpi orang-orang yang wisda prioritaskan dalam hidup wisda...

dan wisda harus memilih..

mimpi mana yang diprioritasin??
mimpi wisda yang udah susah payah wisda kejar?
atau mimpi orang lain, tapi orang itu adalah orang yang wisda prioritasin...

yang mana??

dan wisda,,
memang udah mengambil keputusan...

meleburkan semua lelah yang wisda rasain untuk sebuah mimpi...
dan saatnya berjuang untuk mimpi mereka...

semoga ini yang terbaik...

tapi boong lah kalau wisda gag sedih..
boonglah kalu wisda gag kecewa,,,

boong lah,,,

hhee"..

tapi Allah lebih tahu yang terbaik bwt wisda...
semoga ini memang yang terbaik untuk wisda...
baik di mata mereka
baik di mata wisda
baik di mata ALLAH...

semoga wisda bisa tetap bertahan dan mmperteguh diri meskipun semuanya udah gag muat di bendungan hati...


huhuhuhu...
melankholistnya kumat!

suatu hari wisda pasti bisa nerima ini semua,,,,
dan
wsda gag mau nyesel...

Jumat, 05 Desember 2008

ku tahu...siapa kamu....hee..

Assalamualaikum...

dunia ini benar panggung sandiwara,,
hahahahahahahaha...

banyak topeng yang tersemat pada wajah-wajah lugu yang awalnya berteriak lantang 'tak mau", namun akhirnya berteriak paling kencang untuk berkata :

"aku saja"...

petunjuk-petunjuk singkat yang terlontar perlahan itu akhirnya memberikan jawaban dari sesuatu yang awalnya tak pernah hendak ditanyakan...

namun, sekarang...

wisda tahu ...


lumayan untuk kembali belajar...
bagaimana karakter orang ini,,,dan orang itu...


yah, cukup tahu ajalah...
sisanya gag mau ikutan...

Sebuah doa yang baik...(dengan beberapa revisi)

Sebuah Doa yang baik (dengan beberapa revisi)


"Ya ALLAH,,, jadikanlah kami, hamba-hamba-Mu yang berkapasitas tinggi untuk mengerti...
Jika ia memang bukan yang Kau tentukan untuk hamba, maka lapangkanlah hati-hati kami, kuatkan kami untuk tetap merindu-Mu dan rasul-Mu... serta jadikanlah kami sebagai hamba-hamba-Mu yang tetap mampu menjaga kuat tegangan tali silaturahmi ini...


dan Ya ALLAH... jika ia memang yang kau tetapkan untuk hamba, maka yakinkanlah hati-hati kami... maknailah senyum-senyum kami dengan ridho-Mu... dan mekarkanlah bunga-bunga peneduh jiwa diantara kami agar kami benar bisa berjalan dalam jalur-Mu...


Ya ALLAH... jauhkanlah kami dari terbang tinggi dan terhempas jauh sesudahnya,,,
serta jauhkanlah kami dari menerbangkan tinggi dan menjatuhkan hamba-Mu yang lain hingga nanti akan timbul berbagai penyakit hati,,,


Ya ALLAH,,, sungguh ketetapan-Mu adalah kebaikan sejati untuk Hamba...
Amin...

(Wisda)

Sabtu, 08 November 2008

ada apa dengan kita? ada apa denganku?

Ada apa dengan kita?

 

Ada apa dengannya?

Sepertinya aku tahu apa yang terjadi

Dan aku tahu

Bahwa aku berpura tidak tahu

Aku tahu yang ku takutkan ini akan terjadi

Hanya tak mengerti mengapa waktunya sudah tiba

Siap tak siap, hujan itu akan mengguyurku

Ya sudahlah, aku mau apa?

Hanya berdo’a ”ia akan baik-baik saja”

Atau mungkin lebih baik aku berdo’a agar ”mereka akan baik-baik saja”

Ya, aku berharap ”mereka menjadi jauh lebih baik dari sebelumnya”

Amin....

I’ll grow through this pain,,, ,

Yeah I know,,,

Setidaknya, satu bilik dihatiku telah terisi satu nama lagi…

Disana ada namamu,,,

Sepertinya kata-kata yang tepat saat ini adalah...

Ada apa denganku?

 

 

(wisda Prasparani )

Senin, 27 Oktober 2008

untuk mu, seorang teman...

Assalamualaikum,,,

maaf, tapi wisda rasa ini yang terbaik untuk kita...

tapi wisda gag bakalan lupa kok sama apa-apa yang udah pernah kita jalanin...

kaya lagunya The Rain yang tersenyum dalam luka :

ingatkah kita pernah mencoba tuk melangkah

meski berat mendera hidup kita...

kenanglah saat kita terjatuh dan tertatih

agar kita mengerti perjalanan ini...

kita tersenyum dalam luka

menangis dalam tawa

melewati semua

tak kan pernah aku sesali,

semua yang terjadi terlukis dihati...

jangan lupakan saat hati pernah terlupa

hingga tak tentu arah kita berjalan

ingatlah lagu ini saat hatimu rindu

jadikan penguatmu saat kau rapuh...

Selasa, 14 Oktober 2008

penggalan kata

Assalamualaikum...

tiba" wisda inget sama penggalan lirik :

"Kau takkan Pernah Mengerti betapa sakitnya aku...

dan kini semua sudah terlambat..."

 

karena penasaran,

akhirnya wisda cari lewat google, dan bertemulah dengan:

http://sololyrics.com.ar/tema/Base+Jam/13790.Hujan+Tanpa+Awan

yang ada lirik lengkap dari lagu itu....

 

dulu wisda apal lagu itu,

tapi karena mank udah lumayan laamaaaa...

cuma inget bagian akhir dari reff'nya aja d...

 

hee"..

kerasnya wisda

ASsalamualaikum...

pengen curhat panjang lebar sebenernya...tapi untuk sementara belunnn bisa,,,jadi kalu rada gag jelas curhatnya, tolong maklumin yah...

wisda udah kehilangan kemampuan curhat di mp nie...

udah gag bisa lagi dengan beberapa alasan...

salah satu alasannya... kayak yang ada di shoutout FS wisda...

cuma pengen belajar 'ikhlas dalam toleransi'...

 

toleransi sama satu atau beberapa orang pada masa" yang udah lalu semuga gag membuat wisda berharap banyak ketika wisda sadar...

'harga toleransi sudah membumbung tinggi'...

hahaha...

 

sediiih banged tadinya,,,

tapi alhamdulillah, wisda di ingetin di mata kuliah Manajemen Perubahan...

"terserah mereka mau gimana...

yang penting kitanya yang gimana..."

 

selama kita GAG BerBOHONG dan GAG MeNGADA_ADA keaDAAN YANG ADA,

(ada bukti otentiknya lagi...)

kita gag perlu takut...

biarin aja,,,

toh nanti, penyesalan akan hadir ketika mereka sadar yang sebenernya...

 

doa wisda sekarang :

semuga ALLAH melapangkan hati wisda untuk 'memaafkan'....

mereka pasti hanya butuh waktu...

ya kan??

 

oiya, dari kulia manajemen perubahan itu juga,

wisda dapet kata" yang keren...

 

"kalau suatu masalah yang bisa diselesein,

maka KeCemASaN itu gag dibutuhkan...

dan,

kalau suatu masalah itu gag bisa diselesein,

maka buat apalagi kita CeMas??

enjoy your life..."

 

 

percaya aja,

nilai positif yang pernah kita tanam, pasti menghasilkan buah yang positif juga...

walaupun mungkin ketika kita membutuhkannya, buah itu belum matang...

walaupun mungkin ketika kita kesakitan gara" biji-biji buah negatif orang-orang dilemparkan ke kita, buah itu belum jua kunjung matang..

tapi pasti,

buah positif dari sikap positif yang pernah  kita tanam akan berbuah...

itu pasti...

 

kalau saat ini (saat merasa kita membutuhkannya), buah itu belum juga matang,

mungkin itu karena ALLAH menilai kita belum benar" membutuhkannya...

hanya perlu bersabar... .

karena ALLAH lebih tahu kapan saat yang tepat kita membutuhkan buah positif itu...

percaya aja...

 

ya ALLAH hamba serahkan masalah ini kepada MU....

apa coba????

Assalamualaikum...

 

hal apa yang paling ingin kalian dengar ketika sedang jatuh sakit??

Sabtu, 11 Oktober 2008

nyempetin diri ngeblog....

Aku berbicara tanpa henti

Aku memandang meski semua tak pasti

Suaraku kali ini begitu nyaring

Begitu mengisi ruang udara yang ada

Mataku tak sekedar memicing dan membelalak

Aku benar membuka luas kelopak mata

Dan meyakinkan mega tuk tetap merona,

Ditepi persinggahan mentari...

Disekitar kita, bayangan bulan asyik berlari

Kita semua hanya sibuk bersembunyi

Tapi, aku berbicara tanpa henti

Meski kadang aku jua berfikir semua tak pasti

Tapi, suaraku tetap saja nyaring

Meski kadang jua,

aku menghilangkan beberapa nada ketinggiannya

perlahan, kedua kelopak mataku memaksa menyempit

nafasku semakin terengah

kakiku melemas

bibirku gemetar, menggetarkan kata yang harus terujar...

akh, aku sudah pada titik ini...

titik ketakutanku

titik kesendirianku

titik-titik kecil yang sebaiknya kulewati saja tanpa peduli

kalimat tak bertenaga yang keluar dari lidah tak banyak makna itu

seharusnya ku hempaskan jauh dari jiwaku

suara itu hanya suara...

tak kan ku biarkan ia, atau aku sebut saja dengan kata ’mereka’

menghancurkan semangatku...

tak akan kubiarkan...

maaf yah...

Senin, 29 September 2008

Maph yah..

Assalamualaikum..

huff... mengucapkan kata 'maaf' memang sulit,,,tapi kayaknya 'memaafkan setulus hati' jauh lebih sulit lagi...

beberapa saat lagi, pintu idul fitri akan mengetuk...

mungkin ada perseteruan kecil di dalam bathin kita...

sedih karena ramadhan yang baru mulai bisa kita nikmati sebagai sebuah 'kebiasaan baru' akan segera berakhir... sedih karena belum punya baju lebaran,,,(haa"... yang ini jelas gag penting)..sedih karena gag punya pulsa buat sms'an pas hari idul fitri nanti, sekalian juga sedih karena masih ada 'masalah pribadi' dengan orang lain yang harus luntur sesegera mungkin...

sahabat kita bisa jadi nama-nama yang masuk ke urutan teratas dari orang yang mengenal kita dan yang mempercayai kita setelah keluarga, tentunya... mereka juga bisa jadi orang yang paling mudah menyakiti dan juga disakiti tanpa sengaja...

hati-hati ada pepatah yang mengatakan bahwa :

"kadang orang yang bisa menghentikan tangis kita adalah orang yang juga bisa membuat kita menangis"...

uuuuuh,,,,

sebenernya wisda lagi binunn....

sedih aja sama orang yang sikapnya berubah tiba-tiba... dan lama-lama membuat wisda gerah...

hahaha...

dasar wisda masih kurang bisa bersabar...

ayo ikhlas dan bersabar... (memberi semangat tuk diri sendiri)

 

yawda, ayu kita lapangkan hati tuk saling memaafkan...semoga ALLAH meridhoi segala upaya kita dalam membersihkan hati...Amin...

 

Maafkan semua salahku ya teman...

Rabu, 24 September 2008

sendiri beberapa saat...

Assalamualaikum...

kacau...perasaan wisda beneran lagi kacau,,,

mungkin untuk beberapa saat wisda mank butuh untuk menenangkan diri sendiri...hanya dengan sekedar berjalan sendiri... untuk merenung sendiri... hingga wisda wisda bisa menghasilkan suatu pemikiran baru tentang 'perjalanan' ini sendiri...

untuk teman-teman setiaku...maaphkan perubahan sesaatku ini,,,

hanya untuk beberapa saat mungkin aku akan melangkah beberapa senti... itu sudah lebih dari cukup...

dan sungguh bukan karena kalian aku menjauh,,,aku hanya tak ingin membebani,,,bagiku semua hanya perlu waktu...dan waktu yang dibutuhkan insyaAllah tak lama...tolong percaya padaku...

 

jangan berpikir negatif yah....

sungguh kalian adalah orang-orang yang namanya telah terpatri di atas batu hatiku dengan tinta-tinta emas yang di sematkan minimal satu buah intan ditiap hurufnya...

aku sayang kalian sahabatku...

 

sekali lagi, jangan berpikir negatif yah...

luph u so....

Minggu, 21 September 2008

new me..

Assalamualaikum

 

.:Total dan Optimal:.

di segala aktifitas

 

 

bismillahhirahmanirrahim

Minggu, 14 September 2008

karena beliau

Assalamualaikum

hari ini, paguyuban ibu" RT 02/15 di daerah rumah wisda mengadakan bazaar murah... tujuan awalnya memang bukan untuk komersial. dan insyaALLAH dana yang terkumpul akan digunakan untuk kepentingan bersama lagi.

karena wisda anak yang baik, wisda ikutan bazaarnya dunkz,,, walaupun semua yang dateng adalah ibu-ibu (kecuali wisda). dari awal bazaar di buka, baju-baju jadi inceran utama... selanjutnya sembako yang diserbu...setelah baju, gantungan baju juga ikutan dibeli...

harga bajunya berkisar dari Rp 3000-15000,-

sekitar jam 10.30, wisda baru menyadari keberadaan bapak-bapak tua yang menjual balon-balon lucu,,, itu lhow yang bisa bunyi kalu dipencet gituw...ada juga balon yang bentuknya singa dan jerapah...

bapak tua itu berdiri lumayan jauh dari tempat kami mendirikan stand...sekitar 5 meteran lah... keadaannya cukup berbeda. di stand kami, disediakan bangku untuk para ibu-ibu yang menyelenggarakan acara ini, kepala kami juga di naungi dengan terpal yang menjadi tangan panjang ALLAH untuk melindungi kami dari teriknya matahari...

awalnya wisda ngerasa biasa aja sama bapak itu. sampai akhirnya wisda mulai menyadari, kalau bapak itu memperhatikan kami sedari tadi. beliau melihat orang-orang yang lalu-lalang, mengutak-atik dan membalik-balik barang-barang yang ada distand kami.

wisda jadi berpikir, jangan-jangan bapak itu mau ikutan beli, tapi dia malu... wisda nyoba untuk senyum ke arah dia,, tapi dia gag ngeliat wisda...pandangannya lumayan fokus melihatbaju-baju baik yang sudah second sampai yang masih baru yang tergantung di stand kami...

tadinya wisda bingung... kenapa dia gag ikutan beli aja, harganya cuma 3-5 ribuan kok... yang belasan ribuan itu sebagian besar kebaya dan jilbab baru...beliau kan seorang laki-laki, jadi gag usah khawatir dunn untuk beli di stand kami... tapi ternyata, tidak begitu...

wisda kembali berpikir dan akhirnya mulai mengambil beberapa kemungkinan...

dan yang paling membuat wisda terenyeuh adalah...

bapak itu sangan menghargai uang Rp 3ribu yang dia miliki untuk keluarganya. arti sebuah baju mungkin sangat kecil bila dibandingankan dengan ucapan 'alhamdulillah' yang keluar dari bibir istrinya dirumah,,, dan akan menjadi jauh lebih kecil lagi ketika melihat anaknya dapat makan dengan lahap ketika berbuka puasa di penghujung hari ini,,,

sedangkan wisda sendiri, sering mengeluh dan kurang bersyukur ketika hanya memiliki uang Rp 3000...

hahahaha...

semoga apa yang hari ini menyelinap masuk secara perlahan ke dalam kepala wisda hari ini bisa menjadi bahan untuk terus memperbaiki diri,,,amin,,,

 

yasuuw,,, c yach...

Sabtu, 13 September 2008

status IRS:ditolak wadek I

Assalamualaikum...

pusiiing,,,,IRS wisda masih belun disetujuin ma PA nya wisda,,malahan ditolak ma wadek I...tadi pagi udah ketemuan pdahal ma PA wisda..jd, ada satu mata kuliah yang masih 'waiting list'... urutan ke 103 dari kapasitas 100...

katanya anak" yang juga pada waiting list, kita tinggal bilang aja ma PA'nya.. biar disetujuin,,, katanya waiting list itu gag papa...asal bilang ke PA kita... wisda udah bilang ke PA wisda... tapi ternyata pas wisda periksa IRS wisda, malah di tolak ma wadek...hahaha...huff..

pusing??

"heehehehehe...huff,,,"

masalah utamanya adalah... masa add/drop udah selesai jadi wisda udah gag bisa lagi ngutak-ngatik irs'nya...gimana ya?

huaaaa,,,bingung....

 

tapi, semua pasti ada jalan keluarnya,,,

ALLAH gag kan meninggalkanku,,,

"hey 'Masalah', aku punya ALLAH yang BESAR..."

semoga masalah ini cepat selesai,,, Amin,

Jumat, 12 September 2008

hari pertama bawa mobil sendiri

Assalamualaikum...

gak tahu deh berapa kali wisda baca surat alfatihah selama di perjalanan...
hahaha...
iya, hari ini memang hari pertama wisda bawa mobil sendiri ke kampus...kemarin-kemarin, kalu wisda bawa, masih suka ditemenin ma orang rumah...
tapi hari ini, dengan mengucap basmalah wisda coba bawa...

dan sekarang wisda lagi di kampus...
belun pulang...
sengaja mengulur-ulur waktu buat pulang... biznya pulangnya kan mesti bawa mobil lagi... masa mobilnya ditinggal di kampus...
haaha...huff...(n_n);

ini semua gara-gara kakanya wisda yang cerewet banged supaya wisda bawa mobil ke kampus...

yawda, do'akan supaya wisda bisa membawa mobilnya dengan baik-baik saja yah...
gag ada yang kena lecet baik wisda, mobilnya, maupun orang lain
amin...hee"..

yawda,, itu dulu aja...

makaciy yah udah mau baca...

wassalamualaikum...

Jumat, 05 September 2008

diremehin?

Assalamualaikum,,,

 

Umm, apa yang akan kamu lakukan jika kamu diremehin oleh “seseorang” atau “sekelompok” orang?

Selasa, 02 September 2008

seandainya keikhlasan adalah...

Assalamualaikum,,,

Aku berpikir, seandainya ‘keikhlasan’ adalah…

*

Aku menatapnya penuh heran. Jantung ku berdetak cukup keras. Jujur, aku masih tak percaya. Seluruh darahku terkesiap waspada. Ia kini menyelipkan beberapa jarinya di cuping cangkir kopi di depannya. Perlahan menyeruput dengan perlahan. Caranya menikmati tiap teguk kopi itu, membuatku tahu bahwa minuman itu masih dalam keadaan panas. Mataku perlahan terus mengamatinya.

 

”subhanallah...” ia berujar sangat pelan. Sungguhnya, aku tak dapat mendengarnya berkata. Aku hanya membaca gerakan bibirnya.

”umm, saya boleh bertanya?” aku berusaha membuka pembicaraan. Ia pun mengalihkan pandangannya dari cangkir kopinya ke arahku.

Setelah ia meletakkan cangkir yang kini hanya berisi kurang dari setengah gelas kembali ke atas meja kayu, ia tersenyum dan mengangkat kedua alisnya, pertanda mengiyakan.

”apa benar anda...” aku tak berani meneruskan kalimatku. Dia tersenyum datar seakan sudah tahu kemana arah pembicaraanku.

 

”yah, itu benar...saya adalah bintang yang akan tetap bersinar meski awan berulang kali berusaha menutupi. Saya tak peduli, karena saya memang di langit untuk bersinar dan memberikan harapan melalui titik kelip yang bisa kamu lihat...saya bukan bersinar untuk dikagumi, bukan untuk dijadikan judul di tiap puisi,  bukan untuk dipuji karena keindahannya. karena saya memang di langit untuk bersinar dan memberikan harapan melalui titik kelip yang bisa kamu lihat...”

 

Aku mengerutkan dahiku. Terbetik kata ’ah, aku masih tak percaya’.. dan ia nampaknya dapat membaca ketidakpercayaanku. Kini ia kembali tersenyum kecil, hampir tak bisa dikatakan tersenyum sebenarnya.

 

”kamu tahu hujan?” ia bertanya tanpa melihat ke arahku. Telujuk kanannya asyik bergerak membentuk lingkaran di atas meja kayu  yang membatasi tempat kami duduk saat ini.

 

Aku mengangguk perlahan, sejenak aku makin penasaran dengan apa yang akan dijelaskannya mengenai hujan.

 

”sayalah sang hujan... sayalah air deras atau rintik yang turun baik perlahan maupun tergesa-gesa melalui langit. Sayalah bulir air kecil dari kondensasi awan yang membawa nitrogen yang berhasil dipecah para petir di angkasa. Sayalah yang mengantarkan organisme di tanah dapat menangkap hasil dari kerja keras para petir. Iya, sayalah sang hujan. Saya tahu, mungkin kamu adalah salah satu orang yang pernah menghujat saya ketika saya membasahi bumi. Saya tahu, kamu pernah menjadi salah satu orang yang berharap saya tidak turun disuatu waktu walaupun sebenarnya kamu tahu tujuan saya turun dari langit sebagai hujan adalah untuk memberi kebaikan bagi penghuni bumi.”

 

Darahku seakan naik seluruhnya keatas kepalaku. Perasaanku berkecamuk. Aku marah dipermalukan seperti itu. Ia membuatku seperti orang yang tidak pernah bersyukur. Tapi, jujurnya, aku malu. Ia benar. Ia memang benar. Kembali ia tersenyum datar.

 

”tenanglah... aku berani bersumpah aku tak peduli dengan itu semua. Aku akan tetap memberikan rahmatNya yang dititipkanNya melalui titik-titik airku ke bumi. Karena aku bukan menurunkan semuanya untuk dipuji. bukan untuk menjadi bait terdalam dalam sebuah syair, bukan pula untuk menjadi lagu-lagu hits ditangga lagu, karena aku bukan melakukan semua ini untuk ditulis dalam buku sejarah dan bukan pula untuk dibuatkan sebuah autobiografi. Aku hanya ingin melihat kalian semua dapat tetap bernafas, dapat tetap berjalan, dapat tetap hidup. Karena tanaman yang membantu kalian mendapatkan Oksigen membutuhkanku. Hanya itu tujuanku.”

 

Aku mulai terenyeuh. Otot-otot wajahku sudah tak lagi menegang dan memberi kesan heran. Semua sudah luluh. Lidahku mulai mengaku. Aku hanya tak percaya ia adalah ia yang sedari tadi ia bicarakan.

 

kini ia membenarkan posisi duduknya. Matanya sempat menatap ke arah jendela yang menampakkan gelapnya jalanan kota hari ini sebelum akhirnya ia kembali memandangi garis-garis kayu yang terbentuk secara alami dimeja kami.

 

”nak, kamu mau mendengar sedikit ceritaku tentang mawar dan cinta? Ah, iya, kamu pasti sangat tertarik dengan kata cinta.”

 

Aku tersenyum sembari menundukkan  mataku. Aku sengaja tak mengeluarkan sepatah kata pun. Dia jelas tahu apa maksud dari tiap gelagatku.

 

”aku adalah mawar yang memang selalu tumbuh untuk dipetik. Atau busuk di tempatnya. Kamu tahu, aku tak pernah mengeluh. Sungguh akan lebih berat menjadi setangkai sakura yang tumbuh hanya untuk gugur. Aku tak peduli berapa banyak orang yang menghujatku ketika mereka tertusuk duri yang melingkat disepanjang tangkaiku. Padahal mereka semua tahu, tiada satupun mawar yang dapat mengubah letak durinya. Aku tidak pernah sengaja menyentuhkan duri-duriku kepada orang-orang yang ingin menyentuhku. Apalagi membiarkan orang-orang itu tertusuk. Tak apa.. aku mengerti, kita sama-sama kurang memahami... lagi pula aku tak terlalu peduli. Aku bukan tumbuh untuk memberi komentar atas semua hujatan. Bukan pula tumbuh untuk bersedih karena keindahanku kadang terabaikan oleh hal lain yang juga ada padaku...percayalah, sungguh bukan itu. Aku tumbuh hanya untku memberi warna, hanya untuk memberi aroma, yah, alhamdulillah bila memang warna dan aroma ku bisa membuat banyak orang yang tersenyum dan merasa aku bermanfaat.”

 

Ia terdiam beberapa saat. Wajahnya tampak muram. Entah mengapa...

Aku menggigit lemah bibir bawahku. Bahasan kali ini agak berat bagiku. Sedikit berbeda dengan masalah hujan dan bintang.”

 

”sudahlah, nanti kau akan mengerti. Meskipun aku sungguh tak pernah berharap kau mau mengerti. Aku hanya ingin kamu tahu, sekedar tahu. Itu sudah lebih dari cukup bagiku.”

Aku mengangguk beberapa kali dengan maksud ganda. Menandakan aku tahu ’bahwa suatu hari aku akan mengerti’ dan juga bisa berarti ’sudahilah segera bahasan ini dan cepat ceritakan masalah selanjutnya yang tentang ’cinta’.

 

Kini ia menyandarkan tubuhnya dibangku kayu yang hobiienya berdenyit bila ada gerakan sekecil apapun.

 

”cinta itu adalah aku. Karena akulah yang memberikan tanpa peduli ia tahu apa yang aku korbankan untuk yang tercinta. Akulah yang membagi remah roti sisa agar semua dapat menikmati nikmatnya mengunyah makanan. Akulah yang bersabar di hujat dan dihina ketika suatu pemberian hanya menerima suatu kritikkan. Tapi aku memang bukan mencintai untuk dipuji. Dan aku bukan mencintai untuk ”dicinta”...

Aku hanya melakukan segalanya karena aku ingin tersenyum, tanpa ia perlu tersenyum  di hadapanku. Hanya itu...”

 

Aku belum bergeming. Menggantung. Itu adalah kesimpulan yang paling tepat untuk digunakan dalam bahasannya kali ini.

 

Ia mulai berdiri. Aku pun sigap berdiri. Mataku membesar beberapa kali seakan aku berteriak, ”belum selesai! Perbincangan kita belum selesai”

 

”Tenanglah nak. Sungguh nanti kamu akan mengerti” ia menepuk bahuku beberapa kali. Kali kanannya terangkat dan kini ia menuju pintu tempat tadi kami memasuki ruangan ini. Ia pun membuka pintu dan melangkah keluar.

 

Perasaanku galau. Aku masih merasa belum puas. Sesaat sebelum ia menutup pintu dari luar ruang, ia berkata :

”nak, ingatlah... siapa yang paling rela memberikanmu nikmat meski bukan sekali-dua kali kamu melupakan-Nya... sungguh Dialah tempat kamu sesungguhnya mengadu dan Dialah sebenar-benarnya tempat kamu mencari jawaban. Aku percaya, sebenarnya kamu sudah tahu siapa Dia yang ku maksud. Lalu apa yang sesungguhnya kamu nanti?”

Aku cukup tercengang mengdengar kalimat terakhirnya. Setidaknya perbincanganku hari ini dengan ’sang keikhlasan’ memberikanku banyak jawaban dan juga pertanyaan yang besar. Tapi aku kini sadar akan kekuasaanNya, dan betapa IA mencintai kita dengan Maha KasihNya...(wp)

Sabtu, 30 Agustus 2008

menjelang senin 010908

Assalamualaikum...

humm,, menanti senin tanggal 01.09.08 besok,,,ternyata cukup membuat perasaan wisda berkecamuk (berlebihan nie bahasanya...hee"..maph yah),,,

disatu sisi, wisda masih belum puas liburan,,,buuu, masih tiap hari ke kampus euy...tapi udah alhamdulillah c wisda masih sempet jalan" di awal liburan...eeeh, senin besok malahan udah mesti kuliah lagi...

tapi di sisi lainnya wisda seneng banged dan udah ga sabar menanti datengnya Ramadhan...wisda suka kangen sama suasana ramadhan...suasananya 'adem' gitu... enak d pokoknya...

humm..humm..humm...

wisda c amat sangat benar" berharap agar ramadhan kali ini ga terlewat begitu aja... makanya wisda sekalian mau minta maph untuk semua keputusan, semua kata, ucapan, sikap, perilaku dan candaan yang gak semestinya dilakukan atau tidak dilakukan ditempat dan saat yang tepat...

 

semuga ALLAH meridhoi segala ketulusan dan keikhlasan hati kita yah...

Amin,,, ,

Jumat, 22 Agustus 2008

yang kita inginkan vs terbaik bagi kita

Assalamualaikum...

"kita memang gak mendapatkan semua yang kita inginkan, tapi pasti kita mendapatkan semua yang terbaik untuk kita... "

pernah denger tak kata" itu?realistis banged yah...

wisda sebenernya termasuk orang yang seneng ikutan lomba... walaupun, wisda sering gak serius juga ikutannya... cuma iseng buat 'nyuri' ilmu peserta lomba yang lain..he".. tapi nyurinya jg ga dalam arti negatif yah...

suatu hari, wisda ikutan acara sejenis lomba yang gak formil sekaligus 2... dua-duanya termasuk hobbie wisda...umm, maph yah wisda g bisa nyebutin itu acara apa... .

wisda lebih fokus sama lomba yang pertama... karena wisda mank seneng banged malakukan hobbie yang dilombain ini...seneng yang wisda rasain ini dalam arti, wisda selalu serius mengerjakan hobbi ini...

di lomba yang kedua, wisda gak terlalu niat ikut... wisda gak sibuk" nyari inspirasi dan gak juga sibuk  berkutat di depan komputer atau minimal sekedar buat konsep kecil di atas kertas dulu...mungkin karena wisda mank udah lumayan sering ngerjain hobbi yang ini, jadi wisda gak terlalu peduli...karya yang wisda lombakan untuk acara ini juga bukan karya baru... tapi 'barang' lama yang udah wisda buat hampir setengah tahun yang lalu...yah, namanya juga ga niat, jadi asal aja gitu...

wisda gak ambisius banged untuk jadi pemenang, karena wisda mank cuma pengen nyumbang aja.... sejujurnya c,,, selama masa penilaian, wisda ngerasa gak puas sama 'hasil' wisda di lomba pertama,,, apalagi yang lomba ke dua,,,niat ikut jg enggak,,,gimana bisa puas? hee"...

tapi, setelah belasan hari berganti,,, ternyata pengumuman pun keluar...dan wisda memang gak terhitung sebagai yang dinominasikan di lomba pertama...iya c,,, wisda sendiri juga ga puas sama hasil kerjaan wisda karena waktunya yang mepet...(ini c wisda cuma nyari alasan aja buat ngehibur diri...haaha,,,)

tapi,

masa wisda malah dapet penghargaan untuk 'lomba yang ke dua'...

itu tuw,,, lomba yang g wisda niatin...wealah,,,hahaha...

yang pasti c wisda harus bersyukur dulu...

 

iya c...

pelajaran yang wisda ambil adalah...

kita gak boleh meremehkan hal" sekecil apapun itu...karena bisa jadi, hal" yang paling kita banggakan selama ini belum tentu hal yang terbaik untuk kita...

hee...

wisda aneh aja c kalu inget kejadian ini...

baru seminggu berlalu,,,tapi kalu diinget, wisda jadi geli sendiri...hahaha...yang wisda kerjain mpe gak tidur malah 'nihil'... tapi yang gak wisda niatin bener", malah 'berbuah'...hahaha...

 

subhanallah..

alhamdulillah...

astagfirullah....

 

makasi yah udah mau baca,,,

wass

Kamis, 21 Agustus 2008

g da judulnya...

Assalamualaikum..

tulisan ini sebenernya udah wisda tulis sejak 020208...tapi baru sekarang kepikiran untuk ngepost'in ini...baca yah...

 

untuk beberapa orang,dibeberapa saat, dunia adalah warna-warni yang kelam...

yang warnanya berkisar antara hitam,,,abu-abu,,,putih,,,merah,,,kelam,,,kuning gelap, indigo, dan lain-lain...

untu beberapa jiwa, di beberapa irisan waktu, "bertahan" adalah kata yang paling keras membahana... dan "tak apa" adalah kata-kata yang paling sering untuk ditekan di rongga suara...

aku ingin kenal para pujangga.. membiarkan mereka menyelipkan sebaik kiasan ke dalam ruang hampir sesak di kepalaku...

dan mengizinkanku memberikan separuh buku bernada ambigu kepada mereka...

untuk beberapa orang dibebrapa saat, dunia adalah warna-warni yang kelam...

untk beberapa jiwa di beberapa irisan waktu,

"bertahan adalah kata yang paling keras membahana,

dan "tak apa" adalah kata yang paling sering ditekan di rongga suara...

dan aku...

mungkin 1 diantara beberapa...(nice b'fly)

iseng cerita aja...

besok pagi wisda mesti ke dokter lagi...hug"... bakalan disuntik nie... doakan supaya g sakita yah,,

biz dari dokter gigi, rencananya wisda dan mama mau ke makro buat belanja bahan" untuk jualan bakso untuk bazaar SPARE tanggal 23 Agustus 2008 di FKM UI..

sebenernya, yang mesti buka stand itu, atas nama danus BEM FKM UI, tapi karena lumayan mendadak, dan lumayan kebingungan mau jual apa...

wisda oper ke nyokap d...yah, sharing provit gitu d...untung nyokap mau juga ikutan dibazaar itu... kita mau jualan bakso nie... sama teh botol, sama soft drink" gitu... moga" aja laku yah,,, Amin...

tahu tak, wisda sekarang lagi make baju kepanitiaan 'milky days 2007'... itu adalah acara yang paling wisda suka... bukan karena jabatan dan tanggung jawab wisda di sana.... tapi, karena wisda disadarkan...

kalo  semua itu "pasti ada jalannya"...

Allah mang ga bakal membiarkan hambanya kesulitan,,, karena Allah memang Maha Penolong...

jdi, semua masalah dan kerjaan yang rasanya makin menumpuk di akhir tahun ini juga pasti akan 'ada jalannya'...

yang penting gak boleh nyerah ditengah jalan...

semangat...

Rabu, 20 Agustus 2008

gak peduli lagi...

Assalamualaikum..

bismillah...wisda mau hidup baru,,,g mau lagi peduli ketika wisda sedih karena disakitin sama orang lain...g mau nangis lagi karena sedih ada yang iri sama wisda (pede bgd ya?ha".. )pokonya gak mau lagi terlarut sama hal" kaya gitu...wisda harus bisa lebih kuat...

ayo semangat 'perubahan'...

pokonya wisda gak boleh lagi ngerasa sendiri... karena wisda pasti gak bakal sendiri... ada Allah yang selalu setia dengerin setiap keluh kesah wisda...

wisda sebenernya cape ngadepin orang yang tiba" kayak iri sama wisda...(yah, kepedean lagi wisda)...kata temen" dan keluarga wisda c, cuek aja kalu ada yang iri...tapi ternyata susah juga yah.. apalagi wisda termasuk yang melan tok'tok'...hahaha,,,,

tapi, wisda pasti bisa...

yang penting ngikutin rumus ZMP: 1/0=tak terhingga... mesti melakukan semua hal dengan ikhlas... karena hasilnya bakalan 'luar biasa'... insyaALLAH...

kata mama, waktu wisda cerita tentang kesedihnya wisda saat itu, mama cuma bilang:

"cuek aja, selama kamu tidak melanggar perintah Allah. karena kita pintar karena ada salah dan hikmah yang diterimamu lebih besar.kalu di dzalimi orang, senyum jawabnya....ok anak mama yang melankholist?"

mama, i luph u...hee...

ayo, kamu pasti bisa,,,

semangat..,

belajar menyaring yang perlu dipikirin sama yang hanya perlu diizinkan melintas di kepala...

wisda jadi inget lagunya padi yang liriknya :

"setiap perkataan yang menjatuhkan tak lagi ku dengar dengan sungguh...

juga tutur kata yang mencela, tak lagi ku cerna dalam jiwa...

aku bukanlah seorang yang mengerti tentang kelihaian membaca hati...

ku hanya pemimpi kecil yang berangan tuk merubah nasibnya..." (padi--sang penghibur )

Selasa, 19 Agustus 2008

apa aja ....

assalamualaikum...

aku menikmati merekahnya bunga-bunga di hitungan tangga setelah pijakkan pertama mengambil makna...untukku semua terlihat benar-benar berbeda...entah sejak kapan, namun aku bisa merasakan kelapangan yang perlahan menyeruak dibalik tirai yang awalnya ku kira sudah sangat kokoh tuk berdiri..

aku menikmati menatap langit yang hitam meski tanpa bintang-bintang...karena aku telah melangkahkan kaki diatas permadani hati yang baru...aku sungguh tak tahu apa Allah merekatkan kembali 'putih' yang tersisa di dalam sukma jiwaku, atau Allah mengganti keseluruhannya dengan sesuatu yang baru...yang dengan leluasa dapat ku ukir, dengan tinta putih...

warna dasarnya memang putih, dan aku akan tetap menulis di atasnya dengan warna putih...karena aku memang tak ingin banyak yang dapat membacanya...cukup yang dapat mengetahuinya saja...

aku menikmati kantuknya ke dua mataku sebelum tidur dijamnya, dan aku makin menikmati arti dari sinar matahari pagi, dikala kedua mataku melepas kekerapannya perlahan...

mungkin aku akan kehilangan beberapa hal.. tapi sebuah angka '0' dibawah garis horizon pasti menghasilkan hal luar biasa....

ketika bilangan biner mengambil baitnya di tiap teknologi, aku ingin juga mematrikannya didalam sukma dan melebarkan pahatannya ke relun jiwa serta mengokohkannya didalam raga..

semua itu, untukku adalah sebuah do'a...

 

hee".. itu dulu aja ya,,,

bubye..makasi yah udah mau baca...

alumni ESQ mahasiswa jakarta angkatan 41

Assalamualaikum...

17 agustus tahun ini buat wisda adalah 17 agustus yang paling berkesaaaaaan banged...sualnya wisda gy ikut ESQ pas 17 agustus ini...

wisda dan temen" lain yang Allah kumpulkan di Menara 165 dari tanggal 16-17 agustus 2008 ini mendapatkan banyaaak banged pengalaman berharga dalam waktu singkat...

kita ketawa" bareng, nangis bareng... insyaf pun bareng.. insyaAllah...

wisda sendiri merasa bersyukur bangd masih dikasi kesempatan oleh Allah untuk bisa brada disana pada saat itu...

memupuk rasa patriotisme, sekalian mengenal siapa diri kita, buat apa kita dilahirkan dan apa tujuan hidup kita sebenarnya...

 

alhamdulillah dan subhanallah yang luar biasa yang lagi wisda rasain,,,

 

hee... makasiy yah udah mau baca...

Jumat, 15 Agustus 2008

hahaha...

Assalamualaikum..

hari ini, wisda jadwal untuk periksa lagi ke dokter gigi...karena dokternya ada di kuningan rasuna said dan kantor papa juga berada disana, biasanya wisda barengan sama papa untuk berangkatnya...

sebenernya wisda janjian sama dokternya jam 10-11'an...

tapi, tadi pagi biz shalat shubuh, wisda tidur lagi...dan....baru bangun jam 10...wuaaaaaaa...gimana nie... telat parah...

wisda langsung keluar kamar dan melihat ke arah garasi rumah..

teng nong...

mobil papa udah g ada di tempat.. nah lhow? wisda di tinggal sama papa...

kebetulan tadi pagi ada mbak yang lagi asyik nonton... ya udah wisda tanya aja sama dia :"mbak, papa udah berangkat yah?"...trus si mbak menjawab :"udah mbak, tadi jm 8 berangkatnya. buru".. kayaknya ada meeting d..."

nah lhow?? papa kayaknya lupa kalu wisda mau ikut papa ke kantornya pagi ini...

ya udah, wisda segera mandi dan mempercantik diri...(sa elah...)hee"...

jam setengah 11 wisda baru selesey..wisda langsung jalan aja naik ojek ke cibubur junction dan dari situ nyetop taksi blue bird yang memang lewat situ..

(kata orangtua wisda, kalu mau naik taksi, mendingan pilih taksi bluebird aja...lebih terpercaya katanya... berhubung wisda anak baik, yawda, wisda nurut dunkz...hee")

eh,  ga taunya, jalanan tol menuju jakarta selatan maceeeeeeeeeeeeeeet bgd... wisda lupa kalu jalanan di jakarta makin siang makin padet... hufgh...

yawda, wisda sms ke dokternya untuk bilang kalu wisda telat dateng..dokternya hanya memberikan jawaban dgn 2 huruf... yaitu : "OK"

jam 12an kurang wisda baru nyampe diklinik yang dimaksud...siip... langsung ngacir ke ruang dokternya dunkz...kan wisda udah buat janji..

tapi...ternyata ada 2 orang cowok... yang satu bapak", yang satu lagi masih muda...mereka berdua sama" lagi nunggu gitu...yawda, wisda ikutan ngantri d...

selama ngantri wisda ngedengerin lagunya Bro lewat HP.... itu lhow, lagunya Bro yang judulnya 'diriku menggila', yang beberapa hari yang lalu sempet wisda post'in lirik lagunya...asli, daleeeem banged...

(ups, kembali ke masalah utamanya)..

sekitar jam setengah satuan, wisda akhirnya dipanggil oleh suster robin, asisten si dokter gigi...jam satuan udah kelar...

yawda, wisda langsung sms papa dan bilang kalu wisda mau ke ruangannya papa karena udah selese di dokter giginya..kan lumayan bisa nebeng pulang bareng.. ngirit ongkos dunn..hee"..

selanjutnya, wisda ke ruangan papa dan cium tangan..(kan wisda anak baik...heE")

eh, papa malah nanya,"kok tadi pagi g bareng sama papa aja berangkatnya?"

tuh kan papa beneran lupa kalau wisda mau nebeng sama papa...

"iya, tadi pagi pas wisda bangun, papa udah brangkat.. jadi naik taksi d.."

dan papa kembali menjawab :"oh, pasti kamu kesiangan bangun".. wisda hanya tertawa....(kok jadi kayak bikin cerpen ya??hee"...)

pas wisda liat, diruangannya papa udah tersedia 2 piring gado"... salah satu gado"nya udah abis dilahap papa... ya udah, dengan asal, wisda makan aja ghado" itu.. pas tinggal 1 sendok terakhir, ada temennya papa yang dateng ke ruangannya papa...

trus papa bilang sama tante Lina (sekertarisnya papa),

"Lin, tolong siapin makanannya lagi ya,,,gado"nya dimakan sama anak saya"..

toeeeeng....

mulut wisda sempet berhenti ngunyah... ternyata gado" itu bukan disediain buat wsda, tapi untuk tamunya papa...hahaha....

jadi maluuw.,..hee...

cerpen papaquw...2

                                                              

                                                               Syukur

                               Oleh :  maleawan basuki suraryo

 

 

Matahari terbit seperti biasanya, belum sepenggalah, cahaya kekuning-kuningan, terang benderang, menyilaukan mata. Pagi yang cerah. Terlihat beberapa gumpalan awan putih disana sini, namun tidak mengganggu keanggunan birunya langit pagi itu. Angin pagi semilir meratakan hangatnya suasana seakan alam akan mengatakan bahwa hari ini akan sama hangatnya dengan kemarin dan hari-hari yang lalu. Peristiwa yang terjadi kemarin akan sama dengan peristiwa yang terjadi sekarang bahkan besok, tidak ada yang aneh dan tidak perlu heran. Semua  berjalan sesuai dengan kodratnya.

Walaupun tidak aneh dan tidak mengherankan, namun suasana hatiku tidaklah sehangat suasana pagi itu. Sudah berhari-hari, hatiku gundah dan hampir tidak tertahankan.  Kejadian itu memang sudah kuduga akan segera  datang, walau aku atau semua orang mungkin tidak menghendakinya. Kejadian yang merupakan kodrat atau takdir manusia, karena konon tidak satupun mahluk hidup bahkan manusia yang perkasa sekalipun tidak mungkin tidak mengalaminya.

 

Lebih dari dua minggu aku menjadi pendamping yang benar-benar pendamping. Karena selama itu aku hampir-hampir tidak pernah meninggalkannya kecuali jika aku harus sholat atau perlu kekamar kecil, bahkan makanpun aku berada disebelahnya. Aku berusaha tidak lepas untuk terus memperhatikan keadaannya dan aku terus berusaha berdoa untuknya. Dalam doaku, aku memang memohon pada Tuhan berilah yang terbaik bagi dirinya dan bagi diri kami, dan akupun memohon jika saat itu datang hendaknya jangan ada kesedihan yang berlebihan. Tampaknya doaku dikabulkanNya.

 

Saat itu datang dan benar , walaupun suasana dirumah memang berubah menjadi sangat sibuk, banyak sekali orang datang, hilir mudik, lalu-lalang, namun memang hampir tidak ada suara tangis, walau terlihat beberapa orang mengucurkan air mata dan sedikit terisak menahan tangis, ada pula yang terdiam merenung atau menundukan kepala atau menutup matanya dengan kedua belah tangannya. Namun aku tidak mendengar orang menangis keras. Aku justru melihat dan merasakan adanya aura ketegaran bahkan kebanggaan didalam rumahku.

 

Sejak semalam aku belum tidur sama sekali, telapak tanganku hampir terasa kebal karena banyaknya orang menyalamiku. Berulangkali para kerabat menganjurkan aku untuk tidur atau sekedar merebahkan badan walau barang sejenak, namun aku tidak bisa. Baru pagi ini, aku merasa agak lelah. Aku minta pada anak-anakku, untuk tidak diganggu karena aku ingin menyediri barang sebentar di serambi belakang rumahku. Aku termenung,  aku berusaha terus berdzikir walau sering  terputus-putus,  pikiranku menerawang jauh kebelakang. Diserambi ini kami berdua sering berbincang tentang segala hal, tentang anak-anak, tentang kekhawatiranku akan  masa depannya, tentang masalah pekerjaan dan keadaan dikantornya yang sulit diprediksi, sampai kepada masalah kemasyarakatan dan masa  depan negeri ini.   

 

Aku masih ingat benar kata-katanya yang sering diucapkan jika kami mengakhiri  perbincangan “ sudahlah mah kita ini seperti kurang yakin dengan kemurahanNya “ atau “mah, kita ini sepertinya kurang mensyukuri nikmatNya”  Biasanya sambil mengucapkan kata-kata itu dia menarik tanganku, merangkulku dan beranjak masuk kedalam rumah.

 

Terlintas dalam ingatanku, sewaktu untuk pertamakali kami dapat kesempatan memasuki rumah ini. Terlihat diwajahnya ada perasaan senang, berbinar-binar matanya. Jarang dan hampir tidak pernah aku melihat pemandangan seperti itu. Sepanjang yang aku ingat wajah itu hampir tidak pernah menunjukan perbedaan antara senang dan susah, sama saja, datar dan tenang.  Dikelilinginya rumah, dimasukinya semua ruang dan kamar. Dipandanginya setiap sudut ruang dan halaman. Rumah yang menurut ukuran kami cukup lapang, dengan  tiga kamar tidur besar dan satu kamar pembantu, ruang tamu, ruang makan atau ruang keluarga dan serambi belakang disamping masih ada garasi dan halaman cukup luas, maklum rumah peninggalan Belanda. Walaupun bukan rumah pribadi dan saat itu banyak bagian rumah yang perlu diperbaiki, namun kami senang, karena dari sekian kali kami pindah dari rumah dinas yang satu kerumah dinas yang lain, tampaknya baru kali ini, kami merasa nyaman dan justru diserambi belakang rumah ini pula kami pertama kali mencoba duduk bersama sambil mengamati ketiga anak kami yang berlari-lari kian kemari seakan ingin mengukur besarnya halaman belakang rumah baru kami.

 

Tiba-tiba anganku berpindah jauh kebelakang, kebeberapa puluh tahun yang silam. Masih jelas ingatanku. Sore  itu aku sedang diberanda rumah, sebuah mobil jip warna hijau kusam memasuki halaman rumah kami. Seorang letnan dua, perwira pertama angkatan darat, tidak tampan bahkan kulitnya agak gelap namun terlihat sangat gagah dimataku, turun dari mobil tersebut, berjalan menghampiri dan  menyapaku dengan salam serta menanyakan alamat seorang perwira tinggi yang tidak lain adalah ayahku. Ada sedikit rasa terkejut, terkesima dan senang pada waktu itu. Spontan aku berdiri, membalas salam dan mempersilakannya duduk, kemudian aku masuk kedalam untuk memberitahukan pada ayahku.

Semenjak itu pertemuan kami memang menjadi sangat sering, maklum perwira pertama tersebut kemudian menjadi ajudan ayahku dan sering tidur dipaviliun rumah kami. Aku menjadi semakin mengenal pribadinya. Dia memang dididik untuk cekatan dan tegas dalam bersikap, namun aku merasakan kelembutan dan kesabaran hatinya. Dan mungkin ini yang kemudian menjadikan aku lebih memperhatikan dan bahkan tertarik kepadanya. Hanya kurang dari tiga tahun ia berkumpul dengan kami, karena selanjutnya ia lebih banyak berada di luar Jawa untuk melaksanakan tugas-tugasnya.

 

Anganku terputus sejenak, karena ada beberapa orang menggotong perabotan rumah melintas didepanku. Aku berusaha merangkai kembali anganku yang terputus. Aku masih ingat betul waktu ia berpamitan, bukan kata pamit yang ia ucapkan tetapi ia menyampaikan lamaran padaku ” Lis...., maaf kalau aku tidak sopan, tapi aku tidak tahu harus mengatakan apa, aku melamarmu untuk menjadi isteriku, mau ya Lis.....?”  Aku tidak menjawab, aku bingung, tiba-tiba badanku serasa lemas, jantungku berdebar-debar, walaupun kuakui bahwa ada rasa bahagia yang tiada tara waktu itu. Dia tampaknya memahami keadaanku, selanjutnya sambil mengulurkan tangan menyalamiku dia mengatakan ” Tidak usah dijawab sekarang Lis, kapan-kapan saja dan kalau setuju, aku nanti akan menghadap Bapak”  Entah seperti apa wajahku waktu itu, semburat merah atau bahkan pucat, yang jelas sampai ia membalikan badan meninggalkanku,  aku masih berdiri tertegun.

 

Matahari semakin tinggi, sinarnya yang semula kekuning-kuningan sudah berubah menjadi putih menyilaukan mata. Namun langit tetap biru, angin bertiup semakin kencang mengoyang ranting-ranting pohon pinus didepan rumahku, gumpalan awan putih bagaikan  gunung kapas bergerak mengular, tampak lebih banyak dari semula.

 

Ada rasa hangat dipelupuk mataku, kembali aku berdzikir, aku berusaha untuk tidak menangis, aku berusaha mengelola hatiku, pikiranku, merubah kesedihanku menjadi kebanggaanku kepadanya. Sesungguhnyalah aku memang patut bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Karena sepanjang hidupku mendampinginya tidak pernah aku merasa dikecewakannya. Dia bagiku adalah karunia Tuhan yang tiada taranya. Dia memang bukan tipe pria yang romantis, bahkan tidak pernah dia menyanjung-nyanjungku, tapi keseharian dia memberikan rasa aman, tenang, tentram dan senang kepadaku. Dalam situasi sulit seperti apapun aku tidak pernah mendengar dia mengeluh berlebihan. Malahan aku ingat kata-katanya sewaktu menasihati anak sulung kami, yang menangis karena gagal memasuki SMA faforit dikota kami, dia mengatakan ”Mas, jangan kamu menangis karena kamu gagal, atau karena kamu mengalami kesulitan, tapi menangislah kalau kamu melihat temanmu mengalami kesusahan”

 

Anganku terputus kembali, kali ini karena anakku sisulung mendatangiku, membungkuk didepanku dan dengan pelan mengatakan bahwa Presiden sedang dalam perjalanan dan akan segera hadir melayat, aku dimintanya  kembali keruang dalam untuk menyambut. Dengan berpegangan pada lengan anakku aku berdiri. Sejenak kami berdiam diri, kupandangi anakku, aku terkesiap bukan karena mendengar Presiden akan hadir tetapi aku melihat sosok anakku dalam pakaian dinas upacara militer dengan bintang dua dipundaknya,  persis....., seolah-olah aku berhadapan dengan  ayahnya. Tangan anakku kemudian  merangkulku dan membimbingku memasuki ruang dalam. Aku kembali merasakan itu........, aman, tenang, tentram. Aku tidak ingkar, aku memang sedih, berduka karena ditinggal pergi oleh orang yang sangat aku kagumi dan sayangi, tapi akupun sangat bangga atas apa yang telah pernah aku alami selama ini. Karena itu aku harus lebih banyak bersabar atau tepatnya bersyukur atas apa yang pernah aku peroleh ini. Betapa Tuhan sangat menyayangiku.

 

Terlihat semakin banyak gumpalan awan putih, berderet-deret seperti berbaris dan bergerak dalam parade, sementara angin masih terus berembus  menggoyang-goyangkan ranting dan daun pinus didepan rumah, bagaikan umbul-umbul yang berkibaran, seolah semuanya memberikan penghormatan terakhir..........

 

 

                                                                                                                   Jakarta Juli 2008.

cerpen papaquw...

                            PEKAN PENGENALAN KEHIDUPAN KAMPUS

 

0leh : Maleawan Basuki Soeraryo

  

Memasuki semester lima, untuk mahasiswa  seangkatanku merupakan kebanggaan tersendiri karena dalam semester ini kami mahasiswa semester lima mulai diberi kesempatan yang lebih luas dalam kepanitiaan yang berkaitan dengan Pekan Pengenalan Kehidupan Kampus atau PPKK bagi mahasiswa baru. Pada  semester tiga aku dan teman-teman seangkatan sesungguhnya sudah dilibatkan oleh kakak senior kami yang berada di Majelis Permusyawaratan Mahasiswa atau MPM untuk masuk dalam kepanitiaan semacam itu, namun tentu saja masih terbatas sebagai peran pembantu  atau dalam bahasa kami peran pelengkap penderita karena lebih banyak menderita sebagai unit yang disuruh-suruh oleh kakak-kakak senior kami. Sudah tentu kami tidak boleh menolak, karena alasan pembelajaran. “Supaya kalian tidak canggung, kalau kalian nanti ditunjuk mengelola kepanitiaan semacam ini” itu dalih yang sering kami dengar dari kakak-kakak senior, kalau mereka mulai merasakan  kami sedikit membangkang. 

 

Dalam kepanitiaan PPKK kali ini, hampir semua unit kerja diketuai oleh teman-teman mahasiswa semester lima, kecuali ketua umum masih diketuai oleh kakak angkatan kami  yang juga anggota Badan Esekutif Mahasiswa atau BEM. Rapat demi rapat dan brefing demi brefing dalam rangka persiapan kami ikuti untuk memperlancar pelaksanaanya nanti. Mulai dari rapat tentang penyusunan struktur organisasi, penentuan siapa dan bertanggung jawab apa sampai pada apa saja yang “wajib” dikerjakan dan yang “haram” dikerjakan yaitu antara lain larangan melakukan tindakan kekerasan fisik, melecehkan dan mengumpat pada junior yaitu mahasiswa baru sampai brefing tidak boleh jatuh cinta selama pekan kegiatan berlangsung, tidak boleh jatuh cinta, baik terhadap junior maupun sesama anggota panitia. “Jatuh cinta pada saat acara berlangsung dapat mengganggu konsetrasi, bisa membuat pikiran tidak fokus pada acara dan disini bukan tempat shotting yang pantas menimbulkan cinta lokasi” itu kata-kata ketua yang terngiang–ngiang ditelingaku.

Wah sial, aturan apa ini, gak logis, gak nalar, gak masuk akal, bagaimana ketua ini, gerutuku didalam hati dan memang aku cuma berani menggerutu didalam hati. Dimana-mana masa seperti ini bagi mahasiswa adalah masa melampiaskan kejatuhan cintanya. Perhatikan saja perilaku mereka, yang semula kuliah saja tidak pernah datang dengan seribu macam alasan, tiba-tiba menjadi begitu rajin datang dan selalu menenteng buku tebal entah apa judulnya seolah-olah menjadi mahasiswa yang paling pandai dengan IP diatas empat. Mereka yang biasanya berpakaian paling kusut, sekarang bak selebritis yang mamerkan pakaian model terbarunya. Bahkan mereka yang semula tidak pernah bisa dihubungi ponselnya karena memang tidak punya, sekarang tiba-tiba sambil mondar-mandir didepan kumpulan mahasiswa baru, menjadi senior yang paling sibuk membuka-tutup ponsel barunya, yang entah pinjam atau sewa dari siapa, seolah-olah Rektor dan seluruh Dekan secara bergantian meneleponnya.

 

Harus aku akui, bahwa ada kebanggaan tersendiri menjadi anggota panitia semacam ini, dan yang paling berkesan adalah pada saat diperkenalkan oleh ketua panitia, disebutkan nama, dipersilakan berdiri, disebutkan semester yang diikuti, bahkan kadang-kadang disebutkan juga IP terakhir yang diperoleh sebagai wujud “bonafiditas” seorang senior yang layak dan sangat pantas memberikan arahan pada mahasiswa baru, waaah ……..rasanya seperti terbang melayang keangkasa, karena bersamaan dengan itu semua mata mahasiswa baru yang hadir bergerak dan menatap dan terfokus padaku, eeeh….. .. eeeh ….. nggak ada taranya, gak ada taranya, gak ada bandingannya. Dalam situasi seperti itu, tanpa sadar kepalaku terangkat mendongak keatas, kemudian mengangguk dan tersenyum seraya menengok kekiri dan kekanan. Terlihat olehku binar mata mereka yang kagum, bahkan terasakan olehku detak jantung mereka  yang semakin kencang karena terpesona hebat, uuh…… huebaaat deh pokoknya.

 

Memang rasa-rasanya mereka menjadi sangat kecil dimataku, mahluk-mahluk yang baru datang dikampusku, mahluk yang sehari-hari berseragam putih abu-abu, yang lebih banyak berteriak-teriak atau cekikikan  dalam berkomunikasi dengan sesamanya, komunikasi yang masih sangat primitif menurut ukuranku sekarang. Mereka yang hanya pandai berbincang dengan sesamanya tentang sinetron yang sama-sama ditontonnya, sehingga menurutku tidak ada kualitas diskusinya. Bagaimana bisa disebut diskusi kalau semua berpendapat yang sama, saling mengiyakan tentang cerita dan peran yang dimainkan oleh favorit mereka yang sama pula orangnya. Norak, norak pokoknya noraaaak.

 

Jadi benar, sekali lagi benar, tidak salah ada PPKK, karena ini tempat untuk menempa mereka, tempat yang paling awal bagi mereka belajar menjadi manusia yang mampu berpikir rasional, manusia yang bisa berkomunikasi tidak dengan teriakan atau cekikikan tetapi dengan kalimat yang jelas dan santun, manusia yang mengenal sesamanya secara utuh, manusia yang berbudaya,……. tapi, …… aku tepekur sejenak, tapi ada juga yang aneh dari pikiranku tadi jika dibandingkan dengan kenyataan yang ada. Memasuki semester lima, rasa-rasanya akupun belum berhasil menjadi manusia berbudaya, aku masih sering juga berteriak-teriak, sering juga melecehkan bahkan mengumpat, bahkan lebih dari itu, merusak pagar orang, membakar ban ditengah jalan bahkan kadang mobil orang juga terbakar karena …….memang bermula dari bannya yang dibakar. Tapi itukan kalau sedang demo, demo dan demopun selalu didahului dengan diskusi-diskusi yang menurutku sangat ilmiah dengan senior-seniorku bahkan alumni kampusku, walaupun yang sering mengajak diskusi atau yang kupilih untuk diskusi adalah orang-orang yang selama ini memang kurang suka dengan pemerintah. Lha kalau dengan yang pro pemerintah kan gak akan jadi demo, gak seru dong.  Gak ada ceritanya nanti. Sementara aku kan masih punya waktu tiga, empat atau lima semester lagi untuk memperdalam ilmu tentang manusia berbudaya, jadi masih ada waktu, tenang aja.

 

Pelaksanaan PPKK berjalan lancar, selancar-lancarnya, tidak ada hambatan, karena sudah berjalan belasan tahun dengan pola  dan ukuran keberhasilan yang sama yaitu mahasiswa baru dapat dibuat terpaku diam terpesona, mahasiswa baru ketakutan, kebingungan dan menangis terharu. Berhasil jika suatu acara bisa membuat para mahasiswa baru terpaku diam, karena ketua panitia PPKK mampu memberikan ceramah pembekalan tentang manusia kampus yang sesungguhnya dengan gaya orator ulung,  kemudian terlihat ketakutan karena tiba-tiba acara terpenggal dengan adanya sekelompok senior dengan pita merah dilengannya yang menandakan mereka dari seksi disiplin memanggil dengan suara keras dan menyuruh keluar beberapa mahasiswa baru peserta PPKK dengan alasan tidak serius mengikuti acara tersebut atau alasan-alasan lain yang tidak boleh dibantah, sampai  terjadinya kebingungan diantara mahasiswa baru karena dalam waktu lima belas menit diminta mencari korek api cap satu setengah durian, atau mereka diminta memakai sepatu kembali dalam waktu lima menit, padahal sepatu mereka sudah ditukar-tukar oleh para senior, bahkan puncak ukuran keberhasilan acara dinilai dengan banyaknya peserta yang menangis diakhir acara karena trenyuh, terharu harus mengakhiri kegiatan dan berpisah dengan acara tersebut. Walaupun untuk acara tangis menangis ini seksi acara sudah pasang banyak senior perempuan beseragam mahasiswa baru untuk pura-pura sedih dan menangis untuk memancing emosi, bahkan untuk maksud ini karena takut gagal,  panitia  sempat pula mendatangkan beberapa pemain sinetron hanya untuk menangis dan .......entah dibayar berapa mereka, tapi yang jelas pengeluaran yang terbanyak biasanya disini.

 

 

Tapi kalau mau jujur sesungguhnya yang bersedih dengan berakhirnya acara seperti itu memang ya para senior itu. Yang semula terlihat lusuh ya kembali lusuh, yang pembolos ya semakin jadi pembolosannya dan mungkin yang paling sedih adalah mereka yang sewa ponsel untuk nampang dan tidak tahu harus bayar pake apa. Mboh ora ngerti, teuing teunyaho, yang jelas panitia tidak menyediakan anggaran sewa ponsel untuk nampang, titik.

 

Jakarta,  Agustus 2008.