Senin, 20 Desember 2010

kabut hati

Sejauh apa aku harus berlari
Menanti petir-petir menyambar tunas-tunas pelangi dibatas kelabu mega angkasa...

Sejauh apa aku harus menari...
Menikmati tiap hantaman bulir-bulir hujan yang tak pernah mengerti bagaimana caranya meleburkan diri..

Dan melati tetap saja membaur dengan pekatnya kabut hati...
Memutihkan diri...
Atau minimal..
Mnjadi terlihat lebih putih baik hari demi hari..

Dan semua yang tergelincir perlahan membiaskan rona-rona mengabu para prajurit kalbu...
Tersenyum..
Tertawa..
Menangis..
Dengan caranya masing-masing..

Dan kalau kamu mau tahu..
Aku juga punya caraku..

tanpa terbenam diantara hiruk pikuk kabut hati..
Hanya perlu menengadahkan diri dan berkata:
"Aku benar punya caraku..menghias sajalah kau petang..nanti kabut hati kan punya tempatnya sndiri.."

Senin, 13 Desember 2010

sepertinya wsda melakukan kesalahan

Assalamualaikum..

pagi2 udah bangun dan terpikir kalo wsda tlh melakukan kesalahan,,,
astagfirullah hal adzim...

jadi deg2an...
hehe,,,

gak pernah berniat menyakiti hati siapapun...
baik kemarin,,
hari ini..
esok hari,,,
maupun hari hari lainnya yang belum tau jelas bagaimana terjalaninya,,,



tapi beneran wsda g pernah berniat nyakitin hati siapapun....
huhuhuhu...
bagaimana iniiii???




hahahaha..
bismillah aja d...
smga mereka mengerti... Amiiin...
*sangat berharap mereka mengerti...

Sabtu, 04 Desember 2010

menikmati gaji pertama memang sangat menyenangkan... :) alhamdulillah... ;D

031210

kalau kamu tahu,

aku sangat suka duduk disini...

tersudut diantara kaca

dan memandang gedung-gedung laksana rerumputan

di padang angkasa senja,

selalu terasa manis...

 

termangu dengan senyum -senyum sederhana

dan harapan pupus yang terus menerus ku gali...

 

meskipun aku tahu, tak lama lagi...

semua itu kan ku kubur kembali...

 

jika saja kamu tahu bagaimana rasanya duduk disini..

seraya mengendapkan kepasrahan tertinggi didalam hati...

:)

 

wisda p