Jumat, 11 Juni 2010

pada dasarnya ini "salahku"

disela-sela air mata yang mengalir tanpa terseka, aku jadi berpikir...

 

apakah aku yakin bahwa orang yang selama ini aku sayangi adalah orang yang paling sering membuat air mataku bergulir diwajah ini?

atau yakinkah aku bahwa orang yang menyayangiku adalah orang yang sengaja atau tidak sengaja membuatku menunduk dan meresapkan tiap titik air mataku pada kain melingkar dilengan bajuku?

lalu...

sekuat apa keyakinan itu?

ketika aku merasa membutuhkan dukungan dan orang yang kuharapkan tak dapat memberikannya, mengapa aku harus merasa kesal?

mengapa pula aku merasa kecewa ketika aku benar-benar tengah gelisah karena mengejar waktu yang terus berlari, sedangkan ia tak mengerti kegelisahanku?

mengapa aku harus bersikap begitu?

mengapa harus merasa kesal dan mengapa pula aku harus merasa kecewa?

sedangkan semua itu terjadi karena aku yang terlalu banyak berharap...

aku yang terlalu berharap ia bisa membaca pikiranku dan secara tiba-tiba memberikanku ribuan dukungan serta jutaan gundukan pengertian sehingga aku terbebas dari segala kepenatan dan kegelisahanku saat ini...

lalu,

mengapa aku harus banyak berharap padanya?

mengapa mesti banyak berharap bila ujungnya hanya air mata, kesal, dan kecewa?

 

dan aku hanya mampu menghela nafas..

merapatkan penutup tasku..

beranjak ke pintu..

memakaikan alas kaki pada kedua telapak kaki

lalu..

aku pergi meninggalkannya..

 

meninggalkannya saat ia berupaya untuk menahan kepergianku...

 

 

padahal, smw yang terjadi bukan salahnya..

semua salahku...

 

salahku yang terlalu banyak berharap...

ya, aku yang terlalu banyak berharap...

Selasa, 08 Juni 2010

pusiing jg..hihi..sarapan dlu aj d..

masalah penelitian dblg besar klw brp c? klw 50% trmasuk bsr g?

lirik lagu Sherina "Pergilah Kau"

Tak mau lagi aku percaya...
Pada semua kasih sayangmu...


Tak mau lagi aku tersentuh...
Pada semua pengakuanmu...

Kamu takkan mengerti rasa sakit ini
Kebohongan dari mulut manismu


Pergilah kau...
Pergi dari hidupku...
Bawalah semua rasa bersalahmu


Pergilah kau...
Pergi dari hidupku...
Bawalah rahasiamu yang tak ingin kutahui

Tak mau lagi aku terjerat
Pada semua janji-janjimu...


Tak mau lagi aku terkait
Pada semua permainanmu...

Bertahun-tahun bersama
Kupercayaimu
Kubanggakan kamu
Berikan s’galanya
Aku tak mau lagi
Ku tak mau lagi

Senin, 07 Juni 2010

daun bambu

aku melihat dedaunan itu berhamburan secara perlahan..
satu per satu melunglaikan diri..
daun bambu itu menitikkan ujung hijaunya keatas tanah dan selanjutnya merebahkan sluruh helainya diatas dinginnya coklat bebatuan bumi..

kekokohan itu sekedar pelajaran..
sekedar perjalanan..
hanya perlu ditempuh...
maka tempuhlah...

biaskan warna kelabu yg memang sudah selalu menutup liang2 sumber semangat jiwa...
dan biaskanlah dengan kelapangan hati...

dan suatu hari nanti..
dibulan kedelapan dari 12 prajurit penjaga matahari,
akan tercipta binar2 kejora dimata mereka...
bintang2 yang menyertai senyum kecil diantara wajah2 mereka yg telah berkerut..

dan disana,
biarkan bendungan airmata yang selama ini tertahan,ditumpahkan..

bukan untuk tumpah untuk "menyerah"..
tapi tumpah untuk
"bersyukur"

dan untuk smw dibulan ke 8 itu,
aku akan trs berlari...

dan belajar lagi...
lagi..
dan lagii...

hingga mampu menuai lbh bnyak mmpi...

sedikit hsl perbincangan dgn daun bambu yg berserakkan

Jumat, 04 Juni 2010

berhenti jadi "sang pemimpi"...skrg saatnya jadi 'sang peraih mimpi' semangadh...

perasaan jadi gak karuan...

melankholist ini makin berlebihan...

haduuuhhh...padahal hari ini lagi seneng karena dapet banyak responden buat skripsi..dan insyaAllah senin ini semua udah bisa lanjut ke BAB selanjutnya...

tapi karena ad bberapa hal, dan sepertinya itu salah wisda...jadi makin gak tenang d.,,

knp wsda blg "Sepertinya", soalnya wisda sendiri gy gak bs mikir dgn jernih...

 

yaudahlaaahh,,

belajar bersyukur dan bersabar,,

bismillah...

 

(n_n)v