السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُ
Sadar atau gak sadar, kita hidup diantara begitu banyak barang.. Beberapa diantaranya pasti ada barang-barang kesayangan kita...
Banyak barang yang memiliki nilai lebih karena ada memory yang 'terasa' seperti melekat dibarang tersebut..
Wisda jd berpikir ttg ini karena lagi tergiur untuk ganti blackberry.. blackberry ini sbnrnya udah sekitar setahunan ini nemenin wisda...
Pastinya banyak bgd nilai memory di handphone ini..
Masalahnya adalah, ini adalah handphone pertama yang wisda beli sendiri (pake gaji pertama dikantor pertama)..
Dan ini mungkin juga bakal jd hp pertama yg wisda jual.. For your info.. Entah penting atau tdk, "̮♡hϱ♡hϱ♡hϱ♡"̮.. Wisda tuu termasuk orang yg sayang sama barang.. Seluruh hp2 lama selalu wisda kasih ke adenya wisda.. Yah minimal wsda ngerasa masih tetep deket sama hp itu..
Tapi sekarang, wisda tertarik buat jual blackberry wisda.. Masih ragu c.. Alasannya karena ini memang sudah mulai error.. Capek jg ngerestart trs.. Dan ini juga katanya harganya udah makin turun jd sebaiknya sblm makin rusak, yaa cpt2lah dijual..
Tapi wsda jg masii mikir jgn2 wsda pgn ganti cm karena nafsu aja.. Krn temen2 wsda pada ganti semua dg yang lebih baik... Hummm...
Sayang sebenernya..
Apalagi ada kenangan2 sama Maskuu pas beli ini..hehe..
Tp td pas wsda tanya sama Maskuuu, dy blg kenangan itu bs 'dibuat' di baru nanti..
But,, I have no idea..
Can I replace a sweet memories with another sweet one? or may be i just make a new one sweet memory without replaced the sweet other? Then It will makes u guilty someday?
Can we replacing it?
Yaa tp barang ttplah barang..
Sudahlaah.. Masii banyak wktu untuk berpikir ;)
Dan kadang wsda berpikir knp hrs pusing dengan sesuatu yg tampak wah dimata wsda, tp biasa aja dimata orang lain?
Hummm..
Baiklah... Kembali mempertimbangkan..
;D
"̮♡hϱ♡hϱ♡hϱ♡"̮
Makasii yah ud mau mampir..
See yach...
Rabu, 21 Desember 2011
Kamis, 15 Desember 2011
Selasa, 13 Desember 2011
diskriminasi tombol 'enter' pada keyboard
Selasa, 13.12.11..
Status :Masih training di bank berlogo biru-merah ini..
Bergerak dengan cepat, teliti, sesuai sistem, dengan kegiatan yang cenderung konstan dan dekat dengan 'uang-uang yang jumlahnya milyaran'
Disini, banyak muka-muka yang ngegendong uang dari kas utama ke meja teller dengan wajah 'biasa aja'..
Jelas, wisda n temen2 seperjuangan yg ngeliat itu langsung saling pandang-pandangan heran dengan tawa tertahan.
( ˆ∇ˆ) ƗƗɑƗƗɑƗƗɑ ƗƗɑƗƗɑƗƗɑ
Tapi, risiko akan tetap ada dimanapun juga..that's why the goverment arranged many kind of rules to avoid the all banker from any fraud..
Bahasa wisda ud cocok jd internal auditor blm? Ħiнiħiнi..
Okeii.. Back to the point...
Sbnrnya wisda pengen ngebahas tentang diskriminasi yang terjadi di tombol 'enter' keyboard laptop atau komputer..
Awalnya wisda mikir kenapa rata-rata tombol enter di keyboard kantor ini udah pada diganti dan ketahuan dari warnanya yang lebih muda daripada warna keyboard lainnya...
Eh, ga taunya emang rata-rata org disini menekan tombol enter dengan semangat 45..
'Tuooook' bahasa lebaynya (˘-˘")
Dalam hati wisda, langsung bergumam...
"Pantesan aja"
Ħiнiħiнi...
Pikiran ini ternyata mengumpan pikiran wisda yang lainnya.. Kenapa kita harus memberikan tekanan yang 'berbeda' pada tombol enter.. Padahal dengan tekana yang sama dan biasa aja, tombol ini juga akan tetap berjalan normal.
Unik..
Emang c, ukuran tombol "enter" umumnya memang lebih besar daripada tombol lainnya. Tapi itu bukan berarti kita boleh memperlakukannya dengan tidak adil kan?
*wisda mulai melebay*
( ˆ∇ˆ) ƗƗɑƗƗɑƗƗɑ ƗƗɑƗƗɑƗƗɑ
Wisda jadi berpikir.. memang terkadang kita sering 'menekan' karena memiliki 'harapan yang berlebih' pada semua hal yang punya peran besar, dengan bentuk yang tampak 'lebih' dari yang lainnya...
dan akhirnya, ia bisa jadi rusak lebih dulu dibandingkan dengan tombol yang lainnya...
berharap itu boleh,
menekan juga gak masalah
Asal, gak berlebihan... :D
dan jangan pernah meremehkan hal lain yang memiliki ukuran, fungsi, dan kapasitas yang 'terlihat' biasa aja...
karena bisa jadi, karena memang tidak terlalu 'terlihat' dan tak terlalu 'dianggap', mereka jadi lolos dari tekanan-tekanan yang berlebih dan menyebabkan mereka lebih mampu untuk bertahan...
jadi tetaplah bergerak, walaupun gerakkan kita kadang terlihat diam bagi beberapa orang yang terpaku pada gerakkan-gerakkan dominan...
selama kita gak berhenti menjalankan kewajiban kita dan terus menerus mengakselerasi kemampuan kita, insyaAllah kita bisa terus bertahan melawan seleksi alam...
Semangat Semua....
Status :Masih training di bank berlogo biru-merah ini..
Bergerak dengan cepat, teliti, sesuai sistem, dengan kegiatan yang cenderung konstan dan dekat dengan 'uang-uang yang jumlahnya milyaran'
Disini, banyak muka-muka yang ngegendong uang dari kas utama ke meja teller dengan wajah 'biasa aja'..
Jelas, wisda n temen2 seperjuangan yg ngeliat itu langsung saling pandang-pandangan heran dengan tawa tertahan.
( ˆ∇ˆ) ƗƗɑƗƗɑƗƗɑ ƗƗɑƗƗɑƗƗɑ
Tapi, risiko akan tetap ada dimanapun juga..that's why the goverment arranged many kind of rules to avoid the all banker from any fraud..
Bahasa wisda ud cocok jd internal auditor blm? Ħiнiħiнi..
Okeii.. Back to the point...
Sbnrnya wisda pengen ngebahas tentang diskriminasi yang terjadi di tombol 'enter' keyboard laptop atau komputer..
Awalnya wisda mikir kenapa rata-rata tombol enter di keyboard kantor ini udah pada diganti dan ketahuan dari warnanya yang lebih muda daripada warna keyboard lainnya...
Eh, ga taunya emang rata-rata org disini menekan tombol enter dengan semangat 45..
'Tuooook' bahasa lebaynya (˘-˘")
Dalam hati wisda, langsung bergumam...
"Pantesan aja"
Ħiнiħiнi...
Pikiran ini ternyata mengumpan pikiran wisda yang lainnya.. Kenapa kita harus memberikan tekanan yang 'berbeda' pada tombol enter.. Padahal dengan tekana yang sama dan biasa aja, tombol ini juga akan tetap berjalan normal.
Unik..
Emang c, ukuran tombol "enter" umumnya memang lebih besar daripada tombol lainnya. Tapi itu bukan berarti kita boleh memperlakukannya dengan tidak adil kan?
*wisda mulai melebay*
( ˆ∇ˆ) ƗƗɑƗƗɑƗƗɑ ƗƗɑƗƗɑƗƗɑ
Wisda jadi berpikir.. memang terkadang kita sering 'menekan' karena memiliki 'harapan yang berlebih' pada semua hal yang punya peran besar, dengan bentuk yang tampak 'lebih' dari yang lainnya...
dan akhirnya, ia bisa jadi rusak lebih dulu dibandingkan dengan tombol yang lainnya...
berharap itu boleh,
menekan juga gak masalah
Asal, gak berlebihan... :D
dan jangan pernah meremehkan hal lain yang memiliki ukuran, fungsi, dan kapasitas yang 'terlihat' biasa aja...
karena bisa jadi, karena memang tidak terlalu 'terlihat' dan tak terlalu 'dianggap', mereka jadi lolos dari tekanan-tekanan yang berlebih dan menyebabkan mereka lebih mampu untuk bertahan...
jadi tetaplah bergerak, walaupun gerakkan kita kadang terlihat diam bagi beberapa orang yang terpaku pada gerakkan-gerakkan dominan...
selama kita gak berhenti menjalankan kewajiban kita dan terus menerus mengakselerasi kemampuan kita, insyaAllah kita bisa terus bertahan melawan seleksi alam...
Semangat Semua....
Senin, 12 Desember 2011
Minggu, 11 Desember 2011
i love my parents
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُ...
Hari ini wisda pengen cerita tentang papa mama wisda..
Penyebab wisda terketuk untuk menulis tentang ini karena td mlm wisda asik ngedit2 foto keluarga..
Ngedit2 foto, buat wisda tuu asyiik bgd.. Wisda emang selalu mendadak 'autis' klw udah ngedit foto.. Tp tiba2, ditengah ngedit2 foto wisda menyadari sesuatu..
Kerutan2 diwajah papa mama..
Rasanya sediih bgd pas wisda sadar munculnya kerutan2 itu diwajah mereka..
Tiba2 jadi keinget waktu wisda masii kecil.. Waktu mama masii belum sering batuk2.. Masii kuat ngajak anak2nya jalan2.. Dan yang pasti waktu tubuh mereka masih tegap dengan wajah putih mereka yang bersih tanpa noda dan tanpa garis-garis halus kecuali garis2 senyuman...
Rasanya wisda menyesal banged karena ga sadar kapan garis2 itu mulai datang.. Padahal wisda selalu serumah sama mereka.. Ga pernah ngekos.. Tapi bahkan wisda luput dari kesadaran kapan pertama kali kerutan itu keluar...
Sedihnya.. (˘̩̩̩_˘̩̩̩ƪ)
wisda udah makin bertambah umur, begitupun mereka..
Semoga اَللّه melapangkan setiap jalan dan memberkahi setiap keputusan yang wisda jalani untuk dapat membahagiakan mereka.. آمِّينَ...
Luph you dad..Luph you mom..
Hari ini wisda pengen cerita tentang papa mama wisda..
Penyebab wisda terketuk untuk menulis tentang ini karena td mlm wisda asik ngedit2 foto keluarga..
Ngedit2 foto, buat wisda tuu asyiik bgd.. Wisda emang selalu mendadak 'autis' klw udah ngedit foto.. Tp tiba2, ditengah ngedit2 foto wisda menyadari sesuatu..
Kerutan2 diwajah papa mama..
Rasanya sediih bgd pas wisda sadar munculnya kerutan2 itu diwajah mereka..
Tiba2 jadi keinget waktu wisda masii kecil.. Waktu mama masii belum sering batuk2.. Masii kuat ngajak anak2nya jalan2.. Dan yang pasti waktu tubuh mereka masih tegap dengan wajah putih mereka yang bersih tanpa noda dan tanpa garis-garis halus kecuali garis2 senyuman...
Rasanya wisda menyesal banged karena ga sadar kapan garis2 itu mulai datang.. Padahal wisda selalu serumah sama mereka.. Ga pernah ngekos.. Tapi bahkan wisda luput dari kesadaran kapan pertama kali kerutan itu keluar...
Sedihnya.. (˘̩̩̩_˘̩̩̩ƪ)
wisda udah makin bertambah umur, begitupun mereka..
Semoga اَللّه melapangkan setiap jalan dan memberkahi setiap keputusan yang wisda jalani untuk dapat membahagiakan mereka.. آمِّينَ...
Luph you dad..Luph you mom..
Jumat, 09 Desember 2011
Kamis, 08 Desember 2011
Some things are better left unsaid
Umm.. Buat wisda ini perasaan yang unik bgd.. Sedih.. Merasa gak berarti.. Bahkan merasa pantas untuk mengalami semua ini..
Menangis, tertawa, dan tersenyum tiba-tiba jadi teman datang dan pergi dalam jangka waktu yang cukup singkat..
"Some things are better left unsaid, while some things are worth the effort."
Ada hal2 yang menurut wisda memang sebaiknya dikurung aja terus di dalam hati..dibiarin tumbuh dengan semaunya, atau mati dengan ketetapanNya..
"Yang penting jangan diungkapin.. Cukup digumamkan dalam hati" kata kakaknya wisda. Dan wisda memang terbiasa dengan ini.. Memang terasa jauh lebih nyaman sebenarnya. Dibandingkan harus mengungkapkannya (apalagi dalam keadaan emosi).
Ya, kalaupun memang hrs diungkapkan, yaa nanti2 ajalah ketika semua keadaan sudah membaik. Karena untuk saat-saat ini, saat masih emosi bgd, wisda sadar bgd masalah ini g bakal selese. Mau dijelasin seperti apapun dengan cara apapun dan dengan media apapun, bakal mental terus dikepala wisda.. Soalnya, benteng emosinya masih kokoh bgd..dan yaa benerlah kata dy.. Wisda emang keras bgd orangnya... "̮♡hϱ♡hϱ♡hϱ♡"̮..dan jujur aja, wisda masih ngerasa gak siap sama konsekuensinya kalau wisda bahas ini dengan emosi..
Kalau nnti hati wisda ud tenang dan bisa menerima, pasti mau dibahas sampai negeri Seberang sekalipun اِ نْ شَآ ءَ اللّهُ masii bisa dibahas dengan baik-baik kan.. Dan semua alasan bisa diterima dengan baik..
Memang rasanya kurang nyaman punya perasaan kaya gini.
Tapi anehnya, wisda ga mau juga keadaan ini menguap dan hilang entah kemana.. Makanya, wisda memilih untuk menernakkan pikiran ini di peternakan hati wisda sendiri dulu...
Dibanding2in dengan cara halus, ataupun dengan cara kasar, baik diomongin langsung maupun secara ga langsung bakal tetep bikin kita ngerasa ada yg "aneh"..
Kita mungkin bisa sekali dua kali berusaha memanage ini jd biasa aja.. Tp klw udah lebih dari tiga kali mendengar dibanding-bandingkan dengan yang lain dan hasilnya adalah kita yang berpredikat 'paling negatif' rasanya ga enak jg yah... Hihihihi...
Tapii wisda juga harus mikir.. Kenapa sampe dia banding2in kita terus2an..yaa, mungkin memang wisdanya yang pantes digituin.. ( ˆ∇ˆ) ƗƗɑƗƗɑƗƗɑ ƗƗɑƗƗɑƗƗɑ ...udahlaaah, wis.. Terima aja..
Kadang, wlaupun kita udah berusaha dan memberikan semua yang terbaik (menurut kita), blm tentu kita bisa jadi yang terbaik... Ada banyak faktor lain lagi soalnya...
Tapi apapun yang kita dapetin dalam hidup kita, itu pasti yang terbaik buat kita...
Terima ajalah.. Mungkin wisda emg pantes dengan predikat itu...
Kembali : tertawa, tersenyum, dan menangis dengan caraku...
:D
Thx udah mau baca..
♥
Menangis, tertawa, dan tersenyum tiba-tiba jadi teman datang dan pergi dalam jangka waktu yang cukup singkat..
"Some things are better left unsaid, while some things are worth the effort."
Ada hal2 yang menurut wisda memang sebaiknya dikurung aja terus di dalam hati..dibiarin tumbuh dengan semaunya, atau mati dengan ketetapanNya..
"Yang penting jangan diungkapin.. Cukup digumamkan dalam hati" kata kakaknya wisda. Dan wisda memang terbiasa dengan ini.. Memang terasa jauh lebih nyaman sebenarnya. Dibandingkan harus mengungkapkannya (apalagi dalam keadaan emosi).
Ya, kalaupun memang hrs diungkapkan, yaa nanti2 ajalah ketika semua keadaan sudah membaik. Karena untuk saat-saat ini, saat masih emosi bgd, wisda sadar bgd masalah ini g bakal selese. Mau dijelasin seperti apapun dengan cara apapun dan dengan media apapun, bakal mental terus dikepala wisda.. Soalnya, benteng emosinya masih kokoh bgd..dan yaa benerlah kata dy.. Wisda emang keras bgd orangnya... "̮♡hϱ♡hϱ♡hϱ♡"̮..dan jujur aja, wisda masih ngerasa gak siap sama konsekuensinya kalau wisda bahas ini dengan emosi..
Kalau nnti hati wisda ud tenang dan bisa menerima, pasti mau dibahas sampai negeri Seberang sekalipun اِ نْ شَآ ءَ اللّهُ masii bisa dibahas dengan baik-baik kan.. Dan semua alasan bisa diterima dengan baik..
Memang rasanya kurang nyaman punya perasaan kaya gini.
Tapi anehnya, wisda ga mau juga keadaan ini menguap dan hilang entah kemana.. Makanya, wisda memilih untuk menernakkan pikiran ini di peternakan hati wisda sendiri dulu...
Dibanding2in dengan cara halus, ataupun dengan cara kasar, baik diomongin langsung maupun secara ga langsung bakal tetep bikin kita ngerasa ada yg "aneh"..
Kita mungkin bisa sekali dua kali berusaha memanage ini jd biasa aja.. Tp klw udah lebih dari tiga kali mendengar dibanding-bandingkan dengan yang lain dan hasilnya adalah kita yang berpredikat 'paling negatif' rasanya ga enak jg yah... Hihihihi...
Tapii wisda juga harus mikir.. Kenapa sampe dia banding2in kita terus2an..yaa, mungkin memang wisdanya yang pantes digituin.. ( ˆ∇ˆ) ƗƗɑƗƗɑƗƗɑ ƗƗɑƗƗɑƗƗɑ ...udahlaaah, wis.. Terima aja..
Kadang, wlaupun kita udah berusaha dan memberikan semua yang terbaik (menurut kita), blm tentu kita bisa jadi yang terbaik... Ada banyak faktor lain lagi soalnya...
Tapi apapun yang kita dapetin dalam hidup kita, itu pasti yang terbaik buat kita...
Terima ajalah.. Mungkin wisda emg pantes dengan predikat itu...
Kembali : tertawa, tersenyum, dan menangis dengan caraku...
:D
Thx udah mau baca..
♥
Selasa, 06 Desember 2011
lirik lagu Lyla-Dan Lagi
selama perjalanan pulang hari ini, wisda dengerin lagu Lyla yang ini... bagus deh..hehehe
Lyla-Dan Lagi
dan lagi terjadi
peristiwa terperih yang selalu kau beri
seakan tak berarti
untuk kesekian kalinya ku tak bisa
berbuat apa lagi
haruskah kita berakhir cukup sampai di sini
meski hati berkata tak mampu
tak ingin terlambat menyudahi keadaan ini
mungkin ini jalan kita
dan lagi terjadi
peristiwa terperih yang selalu kau beri
seakan aku tak berarti
untuk kesekian kalinya ku tak bisa
berbuat apa lagi
haruskah kita berakhir cukup sampai di sini
meski hati berkata tak mampu
tak ingin terlambat menyudahi keadaan ini
mungkin ini jalan kita
Sabtu, 03 Desember 2011
Lirik Lagu Kahitna--Hampir Jadi
Pertama kali denger lagu ini, wisda lg nyetir pagi2..sekitar pukul 6an laah..
Adenya wisda blg dia punya lagu kahitna di handphone nya.. Kebetulan sekeluarga wisda emang suka bgd sama lagu-lagunya Kahitna..jadiii, yaa qt dengerin deh lagunya...
Seperti biasa, lagunya enak.. Mellow.. Puitis dan bikin galau.. Hahaha..
Akhirnya wisda minta bluetooth deh lagunya.. :P
Ini nie liriknya :
Hampir Jadi (Kahitna)
apa ini jelaskan padaku..
ku pikir hampir jadi..
masih saja salah langkahku..
meski impianku hancur di depan mata..
masih saja ku tunggu jawabmu..
ku bertahan..
haruskah ku akhiri..
aku tak tahu apakah nyata..
atau kah prasangka..
tak mungkin ku hindari..
sanggupkah aku terus melangkah..
atau ku pergi saja..
sampai hati statusku tak jelas..
kini impianku hancur di depan mata..
masih saja ku tunggu jawabmu..
ku bertahan..
atau ku pergi saja..
Adenya wisda blg dia punya lagu kahitna di handphone nya.. Kebetulan sekeluarga wisda emang suka bgd sama lagu-lagunya Kahitna..jadiii, yaa qt dengerin deh lagunya...
Seperti biasa, lagunya enak.. Mellow.. Puitis dan bikin galau.. Hahaha..
Akhirnya wisda minta bluetooth deh lagunya.. :P
Ini nie liriknya :
Hampir Jadi (Kahitna)
apa ini jelaskan padaku..
ku pikir hampir jadi..
masih saja salah langkahku..
meski impianku hancur di depan mata..
masih saja ku tunggu jawabmu..
ku bertahan..
haruskah ku akhiri..
aku tak tahu apakah nyata..
atau kah prasangka..
tak mungkin ku hindari..
sanggupkah aku terus melangkah..
atau ku pergi saja..
sampai hati statusku tak jelas..
kini impianku hancur di depan mata..
masih saja ku tunggu jawabmu..
ku bertahan..
atau ku pergi saja..
Langganan:
Postingan (Atom)