Selasa, 13.12.11..
Status :Masih training di bank berlogo biru-merah ini..
Bergerak dengan cepat, teliti, sesuai sistem, dengan kegiatan yang cenderung konstan dan dekat dengan 'uang-uang yang jumlahnya milyaran'
Disini, banyak muka-muka yang ngegendong uang dari kas utama ke meja teller dengan wajah 'biasa aja'..
Jelas, wisda n temen2 seperjuangan yg ngeliat itu langsung saling pandang-pandangan heran dengan tawa tertahan.
( ˆ∇ˆ) ƗƗɑƗƗɑƗƗɑ ƗƗɑƗƗɑƗƗɑ
Tapi, risiko akan tetap ada dimanapun juga..that's why the goverment arranged many kind of rules to avoid the all banker from any fraud..
Bahasa wisda ud cocok jd internal auditor blm? Ħiнiħiнi..
Okeii.. Back to the point...
Sbnrnya wisda pengen ngebahas tentang diskriminasi yang terjadi di tombol 'enter' keyboard laptop atau komputer..
Awalnya wisda mikir kenapa rata-rata tombol enter di keyboard kantor ini udah pada diganti dan ketahuan dari warnanya yang lebih muda daripada warna keyboard lainnya...
Eh, ga taunya emang rata-rata org disini menekan tombol enter dengan semangat 45..
'Tuooook' bahasa lebaynya (˘-˘")
Dalam hati wisda, langsung bergumam...
"Pantesan aja"
Ħiнiħiнi...
Pikiran ini ternyata mengumpan pikiran wisda yang lainnya.. Kenapa kita harus memberikan tekanan yang 'berbeda' pada tombol enter.. Padahal dengan tekana yang sama dan biasa aja, tombol ini juga akan tetap berjalan normal.
Unik..
Emang c, ukuran tombol "enter" umumnya memang lebih besar daripada tombol lainnya. Tapi itu bukan berarti kita boleh memperlakukannya dengan tidak adil kan?
*wisda mulai melebay*
( ˆ∇ˆ) ƗƗɑƗƗɑƗƗɑ ƗƗɑƗƗɑƗƗɑ
Wisda jadi berpikir.. memang terkadang kita sering 'menekan' karena memiliki 'harapan yang berlebih' pada semua hal yang punya peran besar, dengan bentuk yang tampak 'lebih' dari yang lainnya...
dan akhirnya, ia bisa jadi rusak lebih dulu dibandingkan dengan tombol yang lainnya...
berharap itu boleh,
menekan juga gak masalah
Asal, gak berlebihan... :D
dan jangan pernah meremehkan hal lain yang memiliki ukuran, fungsi, dan kapasitas yang 'terlihat' biasa aja...
karena bisa jadi, karena memang tidak terlalu 'terlihat' dan tak terlalu 'dianggap', mereka jadi lolos dari tekanan-tekanan yang berlebih dan menyebabkan mereka lebih mampu untuk bertahan...
jadi tetaplah bergerak, walaupun gerakkan kita kadang terlihat diam bagi beberapa orang yang terpaku pada gerakkan-gerakkan dominan...
selama kita gak berhenti menjalankan kewajiban kita dan terus menerus mengakselerasi kemampuan kita, insyaAllah kita bisa terus bertahan melawan seleksi alam...
Semangat Semua....
wah ane setuju sekali dengan itu..!!!
BalasHapusenter biasa dipake jadi tombol eksekusi (final) jadi wajar klo luapan emosinya selalu ditekankan disitu, klo keyboardnya buat ngegame yang lebih cepet abis mesthi papan arah sama papan D,A,W,S
BalasHapus