Senin, 27 Oktober 2008

untuk mu, seorang teman...

Assalamualaikum,,,

maaf, tapi wisda rasa ini yang terbaik untuk kita...

tapi wisda gag bakalan lupa kok sama apa-apa yang udah pernah kita jalanin...

kaya lagunya The Rain yang tersenyum dalam luka :

ingatkah kita pernah mencoba tuk melangkah

meski berat mendera hidup kita...

kenanglah saat kita terjatuh dan tertatih

agar kita mengerti perjalanan ini...

kita tersenyum dalam luka

menangis dalam tawa

melewati semua

tak kan pernah aku sesali,

semua yang terjadi terlukis dihati...

jangan lupakan saat hati pernah terlupa

hingga tak tentu arah kita berjalan

ingatlah lagu ini saat hatimu rindu

jadikan penguatmu saat kau rapuh...

Selasa, 14 Oktober 2008

penggalan kata

Assalamualaikum...

tiba" wisda inget sama penggalan lirik :

"Kau takkan Pernah Mengerti betapa sakitnya aku...

dan kini semua sudah terlambat..."

 

karena penasaran,

akhirnya wisda cari lewat google, dan bertemulah dengan:

http://sololyrics.com.ar/tema/Base+Jam/13790.Hujan+Tanpa+Awan

yang ada lirik lengkap dari lagu itu....

 

dulu wisda apal lagu itu,

tapi karena mank udah lumayan laamaaaa...

cuma inget bagian akhir dari reff'nya aja d...

 

hee"..

kerasnya wisda

ASsalamualaikum...

pengen curhat panjang lebar sebenernya...tapi untuk sementara belunnn bisa,,,jadi kalu rada gag jelas curhatnya, tolong maklumin yah...

wisda udah kehilangan kemampuan curhat di mp nie...

udah gag bisa lagi dengan beberapa alasan...

salah satu alasannya... kayak yang ada di shoutout FS wisda...

cuma pengen belajar 'ikhlas dalam toleransi'...

 

toleransi sama satu atau beberapa orang pada masa" yang udah lalu semuga gag membuat wisda berharap banyak ketika wisda sadar...

'harga toleransi sudah membumbung tinggi'...

hahaha...

 

sediiih banged tadinya,,,

tapi alhamdulillah, wisda di ingetin di mata kuliah Manajemen Perubahan...

"terserah mereka mau gimana...

yang penting kitanya yang gimana..."

 

selama kita GAG BerBOHONG dan GAG MeNGADA_ADA keaDAAN YANG ADA,

(ada bukti otentiknya lagi...)

kita gag perlu takut...

biarin aja,,,

toh nanti, penyesalan akan hadir ketika mereka sadar yang sebenernya...

 

doa wisda sekarang :

semuga ALLAH melapangkan hati wisda untuk 'memaafkan'....

mereka pasti hanya butuh waktu...

ya kan??

 

oiya, dari kulia manajemen perubahan itu juga,

wisda dapet kata" yang keren...

 

"kalau suatu masalah yang bisa diselesein,

maka KeCemASaN itu gag dibutuhkan...

dan,

kalau suatu masalah itu gag bisa diselesein,

maka buat apalagi kita CeMas??

enjoy your life..."

 

 

percaya aja,

nilai positif yang pernah kita tanam, pasti menghasilkan buah yang positif juga...

walaupun mungkin ketika kita membutuhkannya, buah itu belum matang...

walaupun mungkin ketika kita kesakitan gara" biji-biji buah negatif orang-orang dilemparkan ke kita, buah itu belum jua kunjung matang..

tapi pasti,

buah positif dari sikap positif yang pernah  kita tanam akan berbuah...

itu pasti...

 

kalau saat ini (saat merasa kita membutuhkannya), buah itu belum juga matang,

mungkin itu karena ALLAH menilai kita belum benar" membutuhkannya...

hanya perlu bersabar... .

karena ALLAH lebih tahu kapan saat yang tepat kita membutuhkan buah positif itu...

percaya aja...

 

ya ALLAH hamba serahkan masalah ini kepada MU....

apa coba????

Assalamualaikum...

 

hal apa yang paling ingin kalian dengar ketika sedang jatuh sakit??

Sabtu, 11 Oktober 2008

nyempetin diri ngeblog....

Aku berbicara tanpa henti

Aku memandang meski semua tak pasti

Suaraku kali ini begitu nyaring

Begitu mengisi ruang udara yang ada

Mataku tak sekedar memicing dan membelalak

Aku benar membuka luas kelopak mata

Dan meyakinkan mega tuk tetap merona,

Ditepi persinggahan mentari...

Disekitar kita, bayangan bulan asyik berlari

Kita semua hanya sibuk bersembunyi

Tapi, aku berbicara tanpa henti

Meski kadang aku jua berfikir semua tak pasti

Tapi, suaraku tetap saja nyaring

Meski kadang jua,

aku menghilangkan beberapa nada ketinggiannya

perlahan, kedua kelopak mataku memaksa menyempit

nafasku semakin terengah

kakiku melemas

bibirku gemetar, menggetarkan kata yang harus terujar...

akh, aku sudah pada titik ini...

titik ketakutanku

titik kesendirianku

titik-titik kecil yang sebaiknya kulewati saja tanpa peduli

kalimat tak bertenaga yang keluar dari lidah tak banyak makna itu

seharusnya ku hempaskan jauh dari jiwaku

suara itu hanya suara...

tak kan ku biarkan ia, atau aku sebut saja dengan kata ’mereka’

menghancurkan semangatku...

tak akan kubiarkan...

maaf yah...