Senin, 20 Desember 2010

kabut hati

Sejauh apa aku harus berlari
Menanti petir-petir menyambar tunas-tunas pelangi dibatas kelabu mega angkasa...

Sejauh apa aku harus menari...
Menikmati tiap hantaman bulir-bulir hujan yang tak pernah mengerti bagaimana caranya meleburkan diri..

Dan melati tetap saja membaur dengan pekatnya kabut hati...
Memutihkan diri...
Atau minimal..
Mnjadi terlihat lebih putih baik hari demi hari..

Dan semua yang tergelincir perlahan membiaskan rona-rona mengabu para prajurit kalbu...
Tersenyum..
Tertawa..
Menangis..
Dengan caranya masing-masing..

Dan kalau kamu mau tahu..
Aku juga punya caraku..

tanpa terbenam diantara hiruk pikuk kabut hati..
Hanya perlu menengadahkan diri dan berkata:
"Aku benar punya caraku..menghias sajalah kau petang..nanti kabut hati kan punya tempatnya sndiri.."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar