Minggu, 14 September 2008

karena beliau

Assalamualaikum

hari ini, paguyuban ibu" RT 02/15 di daerah rumah wisda mengadakan bazaar murah... tujuan awalnya memang bukan untuk komersial. dan insyaALLAH dana yang terkumpul akan digunakan untuk kepentingan bersama lagi.

karena wisda anak yang baik, wisda ikutan bazaarnya dunkz,,, walaupun semua yang dateng adalah ibu-ibu (kecuali wisda). dari awal bazaar di buka, baju-baju jadi inceran utama... selanjutnya sembako yang diserbu...setelah baju, gantungan baju juga ikutan dibeli...

harga bajunya berkisar dari Rp 3000-15000,-

sekitar jam 10.30, wisda baru menyadari keberadaan bapak-bapak tua yang menjual balon-balon lucu,,, itu lhow yang bisa bunyi kalu dipencet gituw...ada juga balon yang bentuknya singa dan jerapah...

bapak tua itu berdiri lumayan jauh dari tempat kami mendirikan stand...sekitar 5 meteran lah... keadaannya cukup berbeda. di stand kami, disediakan bangku untuk para ibu-ibu yang menyelenggarakan acara ini, kepala kami juga di naungi dengan terpal yang menjadi tangan panjang ALLAH untuk melindungi kami dari teriknya matahari...

awalnya wisda ngerasa biasa aja sama bapak itu. sampai akhirnya wisda mulai menyadari, kalau bapak itu memperhatikan kami sedari tadi. beliau melihat orang-orang yang lalu-lalang, mengutak-atik dan membalik-balik barang-barang yang ada distand kami.

wisda jadi berpikir, jangan-jangan bapak itu mau ikutan beli, tapi dia malu... wisda nyoba untuk senyum ke arah dia,, tapi dia gag ngeliat wisda...pandangannya lumayan fokus melihatbaju-baju baik yang sudah second sampai yang masih baru yang tergantung di stand kami...

tadinya wisda bingung... kenapa dia gag ikutan beli aja, harganya cuma 3-5 ribuan kok... yang belasan ribuan itu sebagian besar kebaya dan jilbab baru...beliau kan seorang laki-laki, jadi gag usah khawatir dunn untuk beli di stand kami... tapi ternyata, tidak begitu...

wisda kembali berpikir dan akhirnya mulai mengambil beberapa kemungkinan...

dan yang paling membuat wisda terenyeuh adalah...

bapak itu sangan menghargai uang Rp 3ribu yang dia miliki untuk keluarganya. arti sebuah baju mungkin sangat kecil bila dibandingankan dengan ucapan 'alhamdulillah' yang keluar dari bibir istrinya dirumah,,, dan akan menjadi jauh lebih kecil lagi ketika melihat anaknya dapat makan dengan lahap ketika berbuka puasa di penghujung hari ini,,,

sedangkan wisda sendiri, sering mengeluh dan kurang bersyukur ketika hanya memiliki uang Rp 3000...

hahahaha...

semoga apa yang hari ini menyelinap masuk secara perlahan ke dalam kepala wisda hari ini bisa menjadi bahan untuk terus memperbaiki diri,,,amin,,,

 

yasuuw,,, c yach...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar