Assalamualaikum,,,
apalagi yang bisa wisda katakan? g ada, plenz...hanya senyuman singkat diiringi kata:
"udahlah..."
lagipula, kadang berpikir,,,apakah kata" itu bermakna banyak? lebih baik tunjukkan ke konkretan kerja dan kekonsistenan diri,,, hehehe,,,g jelas ya...maph ya,,,
ketika mawar rapuh yang mahkotanya sudah dirontokkan paksa itu menangis dan menjauh, mengapa baru terucap kata itu,,,
sesal mana yang betah berlama-lama tinggal di kalbu insan? bila pun ada, untuk apa?
lebih banyak kesempatan bermanfaat daripada terus menerus mengoleksi sesal,,,
bulan mana yang selalu bersembunyi dibalik awan abu-abu? apa ada? rasanya tidak
ketika surya membisikkan kata-kata " semangat dibalik " letihku...aku hanya bisa berujar..
"yupp,,diusahakan"
lagi-lagi,,,apa kata-kata itu bermakna banyak?
huff,,,
di pesisir senja aku berteriak
"Hey, lepaskan rafia yang melilit di sekitar karang itu! percuma, ombak masih terlalu gigih tuk menerjangnya..."
tapi, lagi-lagi...apa kata" itu bermakna banyak?
lebih baik aku berenang mendekat karang dan berusaha melepaskan rafia itu...
apakah menyukai kesendirian itu seperti sesuatu yang tak cerdas,,,
sedangkan, banyak ilham yang didapat banyak ilmuwan dalam kesendiriannya,,,
duwh...mengapa terlalu banyak keluhan dalam tulisanku kali ini,,,
mengapa juga aku jadi menulis ini,,,
padahal aku sendiri tak mengerti perban apa yang sebenarnya membebatku....
hanya mencoba untuk terus percaya,,,
Bahwa aku tak pernah benar-benar sendiri,,,
hahahhahahhahhahahhahahahha....makin g jelas niy kayanya,,,hohohoho,,,
yawdalah, bingung jg kenapa jadi nulis ini,,,
padahal wisda g ngerti juga maksudnya,,halagh...
yawda,,, makasih ya masih nyempetin waktu bwt baca tulisan g jelas ini,,,hehe,,
um, Wassalamualaikum,,,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar