Genggaman lain yang terurai...
DewiQuwh,,,
terlepas apa dan bagaimana aku menjalani hariku hari ini, aku tetap mengingatmu,,,
setiap melihat senyum" tertahan itu, atau ketika aku mendengar panggilan nama, dimana yang kutahu "bukan namaku", yang pertama terlintas di kepalaku adalah...
"andai kamu disini, Dewiquwh..."
pergantian pagi, siang, petang dan malam sudah tak lagi terasa...hanya hambar...dan yang ada dikepalaku hanyalah amanah" yang dengan senang hati kujalani,,,
lagi" dengan melupakan gerutuan dari sisi lainnya...
dewiQuwh, tanpa kamu disisiku saat ini aku sudah tahu apa yang akan kamu katakan...
dan itulah yang membuatku masih ingat bahwa dalam satu hari, matahari akan meninggi dan pula merendah serta bergantian dengan bulan yang terlihat rendah hati...
genggaman tangan kita yang lain sudah memuai... ia menggenggam kepalan-kepalan hangat yang menjunjung tinggi nilai" yang renta namun tampak dikuat"kan...
dewiQuwh, aku sempat mempertahankan genggamanku dan mencoba menariknya kembali ke jalan ini,,,tapi, aku gagal,,,dan kini aku harus meninggalkannya dalam keterasingannya...
dia memang tak sendiri,,,tapi ia berdiri dengan akar" lapuk yang bahkan tak berani menampakkan dirinya,,,hanya bersembunyi dan menamakan dirinya sebagai akar tunggang yang memang hidup dan bekerja dibawah tanah...
Dewi Quwh, kadang aku takut,,,tangan itu akan merengkuhmu dan membelenggumu dengan senyum" manis dibalik topeng tembaga. hanya dapat berharap 'jangan sampai'...
yang pasti, akan aku upayakan tuk menjauhkan tanganmu dari tangan" lain yang mungkin hanya kan melemahkanmu,,,
bantu aku ya,,,
miss u DewiQuwh
sahabatmu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar