Sabtu, 11 Oktober 2008

nyempetin diri ngeblog....

Aku berbicara tanpa henti

Aku memandang meski semua tak pasti

Suaraku kali ini begitu nyaring

Begitu mengisi ruang udara yang ada

Mataku tak sekedar memicing dan membelalak

Aku benar membuka luas kelopak mata

Dan meyakinkan mega tuk tetap merona,

Ditepi persinggahan mentari...

Disekitar kita, bayangan bulan asyik berlari

Kita semua hanya sibuk bersembunyi

Tapi, aku berbicara tanpa henti

Meski kadang aku jua berfikir semua tak pasti

Tapi, suaraku tetap saja nyaring

Meski kadang jua,

aku menghilangkan beberapa nada ketinggiannya

perlahan, kedua kelopak mataku memaksa menyempit

nafasku semakin terengah

kakiku melemas

bibirku gemetar, menggetarkan kata yang harus terujar...

akh, aku sudah pada titik ini...

titik ketakutanku

titik kesendirianku

titik-titik kecil yang sebaiknya kulewati saja tanpa peduli

kalimat tak bertenaga yang keluar dari lidah tak banyak makna itu

seharusnya ku hempaskan jauh dari jiwaku

suara itu hanya suara...

tak kan ku biarkan ia, atau aku sebut saja dengan kata ’mereka’

menghancurkan semangatku...

tak akan kubiarkan...

maaf yah...

3 komentar:

  1. Hufff.,buat ukuran se0rang yg ngerti lirik lagu aj lama bAnget.,kata2 lo bAk bhasa dr negara laen wis..gw ga ngerti.,*g pernah mengerti puisi* hohoho., :-P

    BalasHapus
  2. sebenernya...
    itu alasan wisda suka puisi...

    gag semua orang tahu artinya
    dan gag semua menafsirkannya dengan sama...

    hahaha..
    wisda mank bukan orang yang 'terbuka' bgd...

    BalasHapus
  3. akhir2 ini gw kyk 'kehilangan' kmampuan bwt bikin puisi wis,, mgkn jiwa gw sdh dikekang oleh hidup, dihantui oleh cobaan yg menguji pendirian..

    BalasHapus