Aku pernah membangun benteng” pertahanan dalam jangka waktu cukup lama…
Menyusun tiap bata dengan segenap keyakinan…
Mematangkan harapan dengan mimpi-mimpi yang aku tahu sungguh jauh berangan-angan…
Bertahan ditengah badai yang entah mengapa datang terus menerus hampir di tiap hari…
Bertahan di tengah terik yang entah mengapa selalu menggerahkan seluruh jiwaku…
Bertahan di tengah isak tangis dan jua berpura tertawa…
Berpura tersenyum…
dan
Ketika tujuanku membangun benteng memintaku untuk bersabar, aku pun bersabar…
Hingga suatu hari,,,
Ketika semuanya harus aku runtuhkan,,,
Karena bangunan lain yang tampaknya lebih kokoh,
Aku mampu apa lagi,,,
Berkali kali aku masih sempat meletakkan bata terakhir di ujungnya diatas sana..
Meski dengan segenap tenaga yang tersisa,
Aku masih meletakkan bata itu,,,
Hingga ketika semuanya benar-benar harus ku runtuhkan,.,,
Aku masih menyusun bata-bata itu dengan puing” merahnya yang tesisa...
Aku hanya ingin bertahan semampuku
Dan seandainya memang aku harus meruntuhkan semuanya..
Maka aku akan meruntuhkannya ketika semua upayaku mencapai titik terbaiknya..
Ya begitulah,,,
Dan kini,,
Dengan senyum tertahan
Dan air mata yang terbendung aman
Aku meruntuhkannya...
Meruntuhkan semua pertahananku selama ini...
Benteng ini simbol pertahanan hatiku,,,
Didalamnya terdapat retakan-ratakan yang mewakili kisahku...
Kisah kami...
Kisah kami yang sudah runtuh...
Allah sungguh mengabulkan doaku..
Karena aku tahu,
Ada benteng pertahanan lain dariNya untukku...
Ya ALLAH,,,
Membangun benteng ini memang bukan hanya dalam semalam...
Bukan pula hanya melalui senyuman,,,
Karena semua sungguh penuh perjuangan
Dan sungguh hanya Engkaulah yang perlu tahu perjuanganku...
Dan Ya ALLAH,,,
Hamba sungguh serahkan semua masalah ini,,
Seluruh jalan cerita ini,,,
kepadaMu...
sungguh Engkaulah yang Maha Tahu yang terbaik untuk hamba...
Amin.
nice writing there...
BalasHapus