Kisah sang malaikat dan sang mimpi
Seorang malaikat memiliki sebuah harapan...
Harapan itu adalah sang mimpi...
Suatu hari, sang malaikat mengamit jemari sang mimpi...
Ia meminta izin untuk dapat merengkuh sang mimpi...
Namun, dengan suatu alasan,
Sang mimpi pun menolak permintaan malaikat itu...
Sang malaikat kecewa karena ia tak mendapat izin untuk merengkuh sang mimpi...
Selang waktu bergulir...
Sang mimpi telah menjadi mimpi mahluk lainnya...
Ya, sang mimpi tenyata telah menerima izin mahluk lain untuk merengkuhnya...
Entah bagaimana caranya,
Kabar itu pun sampai di telinga sang malaikat...
Entah bagaimana rasanya...
Yang pasti, malaikat tersebut tidak berhasil merengkuh sang mimpi itu...
Selang waktu mengganti masanya...
Entah bagaimana harusnya cerita ini dimulai,
sang malaikat telah menjadi penjaga bagi seorang manusia tak bersayap...
manusia tanpa bersayap yang tak pernah berani bermimpi...
dan mungkin tak pernah berani memampukan dirinya untuk bermimpi...
malaikat tetap saja malaikat
dan manusia tanpa sayap tetap tak mungkin menumbuhkan bulu-bulu diatas punggungnya...
waktu terus berlari tanpa setetespun peluh...
sang mimpi pun kembali membayangi...
malaikat terus berkata :
”akan menjaga kuat amanah untuk melindungi manusia tanpa sayap itu...”
Manusia tanpa sayap itu pun mulai berpikir...
Memiliki mimpi merupakan hal yang wajar...
Ketika jalan untuk meraih mimpi sudah di depan mata,
Patutkah manusia tanpa sayap itu menghalangi?
Apa yang sebaiknya dilakukan oleh manusia itu?
Menunduk dalam senyum getir dan tangis mendalam untuk pergi
Atau bertahan?
Hayoo...ada yang punya pendapat?
just keep DREAMING, and keep TRYING...!!
BalasHapus(n_n)v
BalasHapusmakasii yaaa,,,