Aku senang menganggap diriku sebagai seorang prajurit
Berdiri tegap di depan gapura termuka
Dengan kain timah sebagai jubah yang tersemat manis di bahuku
Dengan perisai baja putih tergenggam kuat pada tangan kiriku
Dan pedang perak berukir sebuah nama pada tangan lainnya…
Aku tersenyum…
Mataku berbinar
Nafasku bersemangat
Senyumku telah mantap
Kepalaku mendongak tegak
Aku senang menganggap diriku sebagai seorang penjaga
Penjaga yang sadar benar ia dijaga
Dan saling menjaga
Dengan penjaga lainnya
Tersenyum sederhana
Saling menyilangkan senjata
Bahkan tertawa bersama
ditengah memicingkan mata karena silau cahaya
aku senang menganggap diriku sebagai seorang pengalah
pengalah yang sadar benar apa yang ia lepaskan
melepaskan jubah kebanggan yang tersemat manis dibahu
melepas perisai baja putih yang tergenggam kuat
meluruhkan harapan akan kepemilikkan pedang perak berukir sebuah nama…
akh,,,
aku tersenyum
mataku berlinang
nafasku tersenggal
senyumku menyemu
kepalaku menunduk dalam
aku senang menganggap diriku sebagai seorang pemberi
pemberi yang sadar benar ia memberi dan diberi
dan saling memberi pengertian
dengan pemberi lainnya
dengan pemberi hati lainnya
tersenyum seadanya
saling menjabat tangan
bahkan menatap bersama
ditengah bendungan sungai hati yang meninggi dan menggilas tepinya…
bagiku semua yang aku senangi
berada dalam perhitungan…
dan perhitunganku kali ini
tergambar dalam suasana hilir sebuah puisi…
dan aku senang sekali membuat sebuah teka-teki tentang isi hati…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar