Rabu, 22 April 2009

teka-teki isi hati

Aku senang menganggap diriku sebagai seorang prajurit

Berdiri tegap di depan gapura termuka

Dengan kain timah sebagai jubah yang tersemat manis di bahuku

Dengan perisai baja putih tergenggam kuat pada tangan kiriku

Dan pedang perak berukir sebuah nama pada tangan lainnya…

Aku tersenyum…

Mataku berbinar

Nafasku bersemangat

Senyumku telah mantap

Kepalaku mendongak tegak

 

Aku senang menganggap diriku sebagai seorang penjaga

Penjaga yang sadar benar ia dijaga

Dan saling menjaga

Dengan penjaga lainnya

Tersenyum sederhana

Saling menyilangkan senjata

Bahkan tertawa bersama

ditengah memicingkan mata karena silau cahaya

 

aku senang menganggap diriku sebagai seorang pengalah

pengalah yang sadar benar apa yang ia lepaskan

melepaskan jubah kebanggan yang tersemat manis dibahu

melepas perisai baja putih yang tergenggam kuat

meluruhkan harapan akan kepemilikkan pedang perak berukir sebuah nama…

akh,,,

aku tersenyum

mataku berlinang

nafasku tersenggal

senyumku menyemu

kepalaku menunduk dalam

 

aku senang menganggap diriku sebagai seorang pemberi

pemberi yang sadar benar ia memberi dan diberi

dan saling memberi pengertian

dengan pemberi lainnya

dengan pemberi hati lainnya

tersenyum seadanya

saling menjabat tangan

bahkan menatap bersama

ditengah bendungan sungai hati yang meninggi dan menggilas tepinya…

 

bagiku semua yang aku senangi

berada dalam perhitungan…

dan perhitunganku kali ini

tergambar dalam suasana hilir sebuah puisi…

 

dan aku senang sekali membuat sebuah teka-teki tentang isi hati…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar