Akhirnya aku menyerah juga..
Air mata yang terbendung obsesi jiwa akhirnya terurai juga..
Ya sudahlah..
Memang sudah waktunya untuk tumpah atau di tumpahkan..
Kala rongga dada sudah semakin mengerucut dengan tekanan berdesis yang ada...
Bertahan..
Dipertahankan...
Tersandung..
Ah, benar-benar berseni hidup ini..
Kadang suara menjelma menjadi kata seakan-akan manusia lainnya tak berjiwa di dunia...
Layaknya siluman-siluman ulat yang menggeliat diantara dedaunan hijau..
Mempersia-siakan petani kalbu memupuk akar diri..
Menggagalkan bakal biji tuk memekarkan diri..
Kupu-kupu mimpi..
Hinggaplah sejenak di ranting jiwaku...
Biarkan serbuk sariku terserak sejenak...
Dan melayang dalam dekapan angin-angin hari...
Memasrahkan diri tuk tergontai di titik manapun...
Karena semua,
Kan kembali ke tempat semestinya..
Kan terjadi seperti sebagaimana mestinya...
(˘̩̩̩⌣˘̩̩̩ƪ)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar