Kamis, 19 Mei 2011

19.05.11

mengaburkan diri dalam tawa, tangis, canda...
tiada yang palsu...

hanya belajar membagi emosi dengan cara yang tidak biasa
ah, tak apa jika memang hanya aku yang perlu merasa...
pun, tersuara hanya akan meletupkan jiwa-jiwa sederhana menjadi raksasa...

pelita, mega, dan angkasa...
berbaur dalam satu kepatuhan yang tiada mungkin ternoda..
putihkan saja warnanya dengan salju yang memang tak pernah ada disini,,

hahahaha...
sudah pasti sia-sia belaka...

lalu, apa yang bisa tersuara kala mata, hati, dan telinga tak lagi terlihat sama...
biarkan saja semuanya berubah kelabu sesaat
ya sudahlah jika memang itu adanya
ya sudahlah jika memang itu nyatanya...

perlahan aku melangkah dengan wajah setengah bertengadah
tersenyum tanpa perlu lagi merasa apa-apa
menggumpalkan tiap kecewa yang pernah terselip diantara kalbu jiwa
sudahlah...
sudah..
lama-lama perih itu kan menguap bersama angan-angan semu
yang mungkin nanti kan tertutup pelan perlahan oleh debu retak hati

retak yang mungkin tak bisa terlekat sempurna lagi...
ah, tapi biar saja perih itu datang dan pergi...

karena aku cukup tangguh dengan kesigapan hatiku..
tertawa
menangis
terluka
dan tersenyum sederhana

mataku kan lebih banyak berkata


itu saja

Tidak ada komentar:

Posting Komentar