aku berteriak : "Aku perempuan perkasa"
meski tak percaya terus membahana
beberapa berdesis dengan kata : "Amin"
jatuhan kerikil cukup tajam menyelimutiku,,,
masih membayangi dengan sudutnya
niat apa?
sudahlah,,,
aku benar memaling muka
meski tak ada pandang tertambatkan
lencana itu dijatuhkan begitu saja
hendak aku memungutnya
sayang, lengan kekar angkasa menepis tanganku
sayang, untuk apa berlari bila tak ingin lekas sampai?
bukankah hanya membuang tenaga?
akankah waktu mengizinkanku menghela?
sebentar saja,,,hanya sejenak,,,
pengukur waktu pun tak mampu menghitungnya,,,
ya??
(wisda)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar